Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Desmon J. Mahesa menilai keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menonjobkan dan memecat anak buah setelah kasus temuan Badan Narkotika Nasional mengenai adanya sel mewah di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, tidak menyelesaian persoalan.
"Ini langkah yang paling menguntungkan dalam rangka membikin citra baru bahwa menteri bertanggungjawab memindahkan orang. Tapi persoalannya tidak menyelesaikan masalah," kata Desmon di DPR, Jakarta, Kamis (15/6/2017).
Desmon menyontohkan kasus temuan sel mewah yang dihuni terpidana perkara suap terhadap jaksa, Artalita Suryani alias Ayin, pada 2010, yang sampai sekarang tidak dituntaskan.
Setelah penemuan dua kasus sel mewah tersebut, Desmon semakin curiga kalau memang ada bisnis sewa menyewa sel lapas.
"Kasus Ayin kan sampai sekarang sama (tidak selesai). Berarti memang di sana terjadi transaksi, sewa-menyewa, atau orang yang punya duit di penjara bisa pelihara kepala lapas dan lain-lain," kata Desmon.
Menindaklanjuti kasus tersebut, kata Desmon, Komisi III akan melakukan kunjungan ke Lapas Cipinang.
"Jadi kita mau sewa di sana (kalau betul). Kita mau sidik di sana," kata dia.
Kemarin, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengeluarkan sejumlah kebijakan setelah adanya temuan BNN tentang sel tahanan mewah di Lapas Cipinang. Di antaranya, mencopot Kepala Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Kunto Wiryanto dari jabatannya serta memberhentikan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Cipinang Sugeng Hardono.
"Hari ini Kalapasnya saya sudah tanda tangani untuk dinonjobkan. Yang kedua, kepala kesatuan pengamanan lapas juga dinonjobkan, itu ditandatangani Sekjen (KemenkumHAM)," ujar Yasonna usai buka bersama di DPR, Rabu (14/6/2017).
Keputusan ini diambil setelah Kemenkumham melakukan evaluasi dan adanya pengakuan Kunto Wiryanto yang sebelumnya mengaku tidak pernah melihat adanya sel mewah.
"Kalapasnya bilang nggak pernah lihat, nggak benar, yah berarti itu dia tidak melakukan tugas dan fungsinya," kata Yasonna.
"Nanti orang orang yang terlibat akan saya sanksi berat kemudian dipindah jauh-jauh," Yasonna menambahkan.
Sel tahanan mewah tersebut dihuni Haryanto Chandra alias Gombak. Gembok langsung dipindahkan ke penjara Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan ditempatkan di sel khusus.
"Si Chandranya itu, napinya kan dibawa ke BNN, nanti ta pindahin ke nusakambangan, disel khusus, sesudah BNN kembalikan ke kita," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
-
Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Kado Natal dari Balik Jeruji: 138 Warga Binaan Lapas Cipinang Terima Remisi, 2 Orang Bisa Bebas
-
Dari Lapas Cipinang, Ammar Zoni Resmi Huni Lapas 'Kelas Berat' di Tengah Hutan Nusakambangan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan