Suara.com - Kendaraan roda empat tujuan Sumatera harus mengantre selama empat jam untuk masuk kapal di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.
Seorang pemudik tujuan Sumatera Barat, Firdaus, mengaku, harus antre dari jam 24.00 WIB untuk masuk ke kapal yang akan membawanya ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
"Macet dari gerbang tol Merak hingga Pelabuhan Merak," katanya, Jumat (23/6/2017).
Firdaus yang mudik bersama teman-remannya mengaku, terpaksa sahur di jalan karena kemacetan tersebut.
Kemacetan menuju Pelabuhan Merak terjadi hingga empat kilometer. Hingga Jumat pagi, antrean kendaraan roda empat dan dua menuju Pelabuhan Merak masih terjadi.
Sebelumnya, pihak ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak memperkirakan, puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran.
Direktur PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Tommy L Kaunang mengatakan, pihaknya menyiapkan 17 loket di Dermaga VI.
"Kami menyiapkan 17 loket yang terdiri dari empat loket untuk pemudik yang sudah membeli tiket melalui 'online' dan 13 loket untuk pembelian tiket langsung," katanya.
Pihak kepolisian juga menerapkan sistem buka tutup di jalan Cikuasa Atas menuju Pelabuhan Merak.
Baca Juga: Pemudik Bersepeda Motor Mulai Sesaki Pelabuhan Merak
Untuk menuju Pelabuhan Merak terdapat dua jalur, untuk kendaraan roda empat yang keluar tol Jakarta-Merak bisa menggunakan ruas jalan Cikuasa Atas, sementara kendaraan roda dua dan empat dari arah Cilegon dapat menggunakan ruas Jalan Raya Merak. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat