Suara.com - Pelataran objek wisata Jam Gadang Bukittinggi, Sumatera Barat disterilkan dari kembang api dan petasan selama malam takbiran dalam rangka menyambut Idul Fitri 1438 Hijriah.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bukittinggi, Syafnir mengatakan Jam Gadang akan menjadi lokasi yang steril dari kembang api dan petasan selama acara Bukittinggi Bertakbir.
"Demi kelancaran acara selama malam takbiran nanti maka kami akan berjaga agar tidak ada yang menyalakan kembang api maupun petasan," tambahnya.
Secara khusus tidak ada aturan yang melarang untuk memainkan kembang api selama malam takbiran. Menurutnya akan tetapi hal tersebut bisa saja ada pengecualian, seperti di Jam Gadang yang akan diadakan acara dalam rangka menyambut Idul Fitri.
Untuk mengantisipasi hal ini kami akan memberikan himbauan melalui pengeras suara serta menyiagakan petugas di sekitar areal pelataran Jam Gadang. Selama malam takbiran nanti, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Bukittinggi agar tidak berlebihan dalam bermain kembang api dan akan lebih baik diisi dengan bertakbiran.
"Akan lebih baik malam takbiran nanti diisi dengan bertakbiran di masjid maupun mushala," sebutnya.
Sebelumnya Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan bahwa selama malam takbiran nanti segaka kegiatan akan dipusatkan di pelataran taman Jam Gadang.
"Kegiatan Bukittinggi Bertakbir akan diisi dengan berbagai penampilan seni dan akan mengundang anak-anak yatim dan panti asuhan," lanjutnya. (Antara)
Baca Juga: Jelang Takbiran, Polda Metro Pulangkan Masyarakat dari Perbatasan
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar