Video / News
Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara terkait keberadaan pertambangan di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Sebagaimana dalam laporan Greenpeace Indonesia, menyebutkan bahwa saat ini terdapat tiga perusahaan nikel yang sedang berusaha mengaktivasi izin pertambangan bagian timur Pulau Waigeo.

Menanggapi laporan tersebut, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memberikan bantahan.

Ia menegaskan bahwa saat ini hanya ada satu BUMN tambang yang beroperasi di kawasan Raja Ampat, yakni PT Gag Nikel.

"Tanyakan kepada yang memberikan informasi. Saya kan sudah bilang, kalau di Raja Ampat itu izin yang masih beroperasi tinggal punya BUMN, PT Gag Nikel. Itu kan barang dari sebelum saya lahir juga sudah ada," kata Bahlil kepada wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta.

Bahlil pun memastikan bahwa sudah tidak terdapat perizinan pertambangan di kawasan tersebut selain PT Gag Nikel.

Load More