Seioka mengatakan semenjak tahun lalu, Rut tidak pulang ke kampung. Seioka tahu itu karena biasanya setiap kali mau pergi ke luar kota, Rut selalu berpamitan.
Jenny dan Rut merupakan teman akrab. Mereka suka cari makan berdua. Pada hari Jumat, Rut mengajak Jenny buat cari sarapan.
"Rut bilang ya udah keliling aja dulu. 'Ya udah aku ganti baju dulu,' kata Jenny. Sesudah ganti baju kok nggak ada si Rut-nya. Apa mungkin udah jalan dulu. Kirain Jenny, Rut udah nggak sabaran nunggu dan pergi dulu," kata Seioka yang mendapatkan cerita dari Jenny.
Ternyata pada Jumat pagi itu menjadi dialog yang terakhir Rut dan Jenny. Semenjak itu, Rut tidak terlihat lagi.
"Dari kemarin hari Sabtu itu sudah agak bau-bau, kirain bangkai tikus," kata Seioka.
Kamar yang ditinggali oleh Rut semenjak hari Jumat malam selalu dalam keadaan gelap gulita.
Sampai akhirnya peristiwa hari Senin itu.
“Jenny senin itu langsung ke ibu, si Rut aku senter kakinya hitam semua bengkak begitu, kata Jenny. Di kamarkan mati lampu, disenter ama si Jenny. Lalu kakinya kok bau banget. Aku ngintip nggak kelihatan. Langsung lapor ke RT, RT-nya nggak berani langsung didobrak, takutnya kan kenapa-kenapa,” ujar Seioka.
Suami Seioka bernama Acin (50) merupakan salah satu saksi yang ikut mendobrak pintu kamar Rut.
“Meninggalnya di ranjang dengan posisi tidur. Mungkin serangan jantung atau apa kita nggak tahu,” ujar Acin.
Acin mengatakan meskipun warga tahu, ketika itu tidak ada yang berani mendobrak pintu.
“Soalnya kalau nggak ada polisi kana kita nggak berani mendobrak. Takutnya kan ada apa-apa entar kita yang menanggung lagi. Kecuali kalau pemilik kos dia ada kunci dia baru boleh buka. Punya kos kan berhak buka, kalau kita kan gak berhak buka. RT saja nggak berani dobrak. Yang panggil polisi itu RT. Kalau ada kejadian dia pasti calling dong ke pos keamanan, dari keamanan disini pasti lapor, ada kejadian begini kan. Polisi datang saja nggak langsung dobrak, tunggu perintah komandan lagi dia. Dari komandan aja dia baru berani mendobrak,” ujar Acin.
Acin kemudian menceritakan kondisi Rut saat pertamakali ditemukan.
“Saya lihat, nggak kepikiran buat foto. Spontan kan lihatnya. Hitam semua dari ujung kepala sampai ujung kaki, mulut sama hidung menyatu. Udah nggak berbentuk muka,” ujar Seioka dengan nada takut.
Berikutnya, warga dan petugas sempat kesulitan untuk menghubungi anggota keluarga Rut.
Seioka mengatakan saat itu ia ingin mencari kontak keluarga Rut di telepon seluler. Tetapi ternyata tidak ada nomor yang disimpan.
“Nomor HP dihapus semua ama dia, kita nyarinya kan juga bingung. Maksudnya dari HP dia kan nomor telepon keluarga kan pasti ada. Akhirnya untung suami saya lihat SMS yang kotak masuk. Cuma nomornya doang nggak ada nama. Kita meraba-raba dong, kita hubungi satu-satu. Ada yang dari toko plastiklah. Lalu ada SMS yang pakai bahasa Jawa, mungkin ini nih dan kita teleponin, ternyata bener itu adalah kokonya,” ujar Seioka.
Rut telah dimakamkan pada hari Selasa pagi tadi di TPU Pondok Rangon. (Yunita Susan)
Tag
Berita Terkait
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara
-
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang
-
Geger! Bos Ayam Geprek di Bekasi Temukan Jasad Karyawan Terbungkus Plastik dalam Freezer
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno