Suara.com - Sukses Marc Marquez menjuarai MotoGP Jerman, akhir pekan lalu, membuatnya jadi juara paruh musim MotoGP 2017.
Pebalap Repsol Honda ini memimpin klasemen sementara dengan torehan 129 poin.
Marquez unggul lima poin dari kompatriotnya asal Spanyol yang memperkuat Movistar Yamaha, Maverick Vinales.
Keberhasilan Marquez memuncaki klasemen di paruh musim tidak membuat pebalap tim satelit Honda, Cal Crutchlow, heran.
Menurutnya, hasil positif itu lantaran Marquez mampu 'menaklukkan' motor Honda RC213V.
Cara dia mengendalikan motor Honda, kata Crutchlow, tidak bisa disaingi oleh para pebalap Honda lainnya.
"Di setiap tikungan, dia (Marquez) lebih baik dari pebalap Honda lainnya," ujar Crutchlow, 31 tahun, seperti dikutip dari Autosport, Rabu (5/7/2017).
"Anda tidak akan tahu bagaimana cara dia mengatasi motor Honda," lanjut pebalap dari tim LCR Honda.
"Apa yang dia lakukan di setiap sudut tikungan, dalam latihan, balapan, saya dan Dani (Pedrosa), Jack (Miller), serta Tito (Rabat), kami mungkin hanya bisa mengikuti cara dia di satu sudut saja dari keseluruhan balapan. Dia sungguh spesial," pungkas Crutchlow.
Baca Juga: Diserang Roket, Lima Pengunjung Pantai Tewas
Kompetisi MotoGP saat ini tengah memasuki jeda. Balapan berikutnya baru akan digelar 6 Agustus mendatang di Sirkuit Brno, Ceko.
Berita Terkait
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Honda Vario Evo 160 Meluncur Tanpa Fitur RoadSync Ternyata Ini Alasan AHM
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar