Suara.com - Pengadilan India di Punjab mengizinkan sebuah komunitas sekte mengawetkan guru spiritualnya yang sudah meninggal 3 tahun lalu karena serangan jantung. Mereka percaya jika Ashutosh Maharaj sebenarnya belum meninggal, tapi dia tengah meditasi.
Ashutosh Maharaj adalah pendiri perkumpulan sekte Divya Jyoti Jagriti Sansthan. Sekte itu termasuk paling besar di India.
Para murid Maharaj ingin memasukan gurunya ke lemari pendingin. Sebab mereka percaya, Maharaj akan kembali hidup.
Izin pengadilan itu dikeluarkan menyusul gugatan anak Maharaj yang ingin ayahnya dikremasi setelah meninggal. Namun usaha Dalip Kumar Jha tidak berhasil. Dia menuding hakim mengesampingkan data dokter yang memeriksa Maharaj.
Maharaj meninggal di usia 70 tahun. Pengikutnya berjumlah jutaan orang. Maharaj menjadi guru spiritual paling kaya di India. Nilai kekayaannya jutaan dolal AS. Bahkan dia punya harta properti di Amerika Serikat, Amerika Selatan, Australia, Timur Tengah dan Eropa. (AFP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021