Suara.com - Planet Bumi terancam mengalami kepunahan massal keenam dalam sejarah. Penurunan drastis jumlah spesies ditengarai menjadi salah satu penyebabnya.
Hilangnya keanekaragaman hayati di Bumi merupakan masalah mendesak. Tercatat, pada abad 20, 200 spesies vertebrata telah punah atau sekitar dua spesies per tahun.
Studi yang diterbitkan jurnal PNAS menyebutkan penurunan populasi terjadi kepada spesies tertentu dalam beberapa bulan terakhir. Dalam banyak spesies yang berbeda, tingkat kehilangan populasi sangat tinggi.
"Kepunahan populasi adalah awal dari kepunahan spesies, jadi episode kepunahan massal keenam di Bumi telah berlanjut lebih jauh dari yang diperkirakan kebanyakan," tulis penelitian tersebut.
Penyebab penurunan populasi ini bervariasi, mulai dari hilangnya habitat, eksploitasi berlebihan, dan perubahan iklim.
Pertumbuhan jumlah manusia, ditambah dengan konsumsi hewan yang berlebihan, disinyalir juga menjadi salah satu pemicunya.
Para ilmuwan menganalisa data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) untuk memetakan rentang 27.600 burung, amfibi, mamalia, dan reptil di seluruh dunia pada skala 10.000 km persegi.
Mereka juga menyertakan hasil analisa geografis yang mendokumentasikan kepunahan antara tahun 1900 dan 2015 terhadap 177 spesies mamalia.
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029