Suara.com - Rencana reshuffle kabinet kembali mencuat di kalangan media belakangan ini. Koalisi yang terdiri dari PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB dan PAN ini pun mulai terbelah.
PDI Perjuangan meminta supaya PAN keluar dari koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Hal itu karena adanya sikap PAN yang dinilai berbeda dengan pemerintah.
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengatakan, belum tahu soal dorongan PAN keluar dari kabinet. Namun, dia mengatakan, akan menggelar komunikasi terkait masalah ini dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dalam waktu dekat ini.
"Ya saya belum dengar ya, nanti coba saya komunikasi dengan Pak Zul, coba saya belum tahu perkembangannya," kata Novanto usai menghadiri peresmian Akademi Bela Negara Partai Nasdem di Pancoran, Jakarta, Minggu (16/7/2017).
Menurutnya, semua partai yang tergabung dengan koalisi pemerintah harus mengikuti program yang dicanangkan oleh pemerintah.
"Saya rasa kita sama-sama partai ya saling menghormati tapi saya belum dengar langsung. Tapi nanti saya lihat," tutur dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat