Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, terorisme bukan hanya yang menggunakan senjata atau bom, tapi juga yang lebih mengerikan adalah narkoba.
"Sekarang ini nyata adanya ancaman terorisme tapi terorisme itu bukan hanya yang menggunakan senjata tapi juga yang lebih mengerikan dan mengancam generasi muda adalah narkoba," kata Mensos di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis.
Hal itu disampaikan Mensos saat mengukuhkan Bupati HSU Abdul Wahid sebagai Pembina Taruna Siaga Bencana. Sebelumnya Mensos juga menandatangani spanduk dukungan kepada Tagana untuk ikut memerangi narkoba.
Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai bagian dari Kementerian Sosial yang bertugas dalam penanganan korban bencana alam maupun bencana sosial saat ini juga diharapkan ikut dalam bela negara.
"Saya ingin mengajak saudara-saudara Taruna Siaga Bencana Hulu Sungai Utara siap untuk menjadi penguatan bela negara," katanya.
Mensos mengatakan ada 323 kabupaten dan kota di Tanah Air yang rawan bencana alam sehingga perlu disiapkan Kampung Siaga Bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat daerah setempat dalam menghadapi bencana.
"Saya harapkan bisa segera disiapkan Sahabat Tagana baik dari unsur Pramuka, media dan elemen masyarakat lainnya" tambah dia.
Saat ini terdapat sekitar 56 ribu Sahabat Tagana, 36 ribu Tagana dan 6.500 Tagana Psikososial.
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Adhy Karyono mengatakan, Kampung Siaga Bencana Danau Lestari Desa Murung Padang dan Desa Danau Terati Kecamatan Banjang HSU merupakan KSB ke 19 di Kalimantan Selatan dan KSB ke 497 nasional.
"Daerah ini dipilih untuk dibentuk KSB karena sering mengalami banjir setiap tahunnya. Selama tiga hari 60 pemuda desa dilatih pengenalan bencana, dan lainnya," kata Adhy.
Pembentukan KSB bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat lokal diwilayah bencana, mengurangi risiko bencana, membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
Terkini
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Kabar Krisis Iklim Bikin Lelah, Bagaimana Cara Mengubahnya Jadi Gerakan Digital?
-
Anggota DPR Tanya ke BNN: Whip Pink Mulai Menggejala, Masuk Narkotika atau Cuma Seperti Aibon?
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Rano Karno: Bagian dari Proyek Raksasa Jakarta
-
Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis