Pegawai negeri sipil Pemerintah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Afif Gurning [suara.com/Erick Tanjung]
Pegawai negeri sipil Pemerintah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Afif Gurning, nekat melakukan aksi tunggal di seberang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017), siang. Di melakukan aksi dengan cara diam di seberang Istana menyusul kasus dugaan penyimpangan yang dilakukan Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang.
Sebelumnya, Taufan dilaporkan ke Polda Sumatera Utara atas kasus dugaan pemalsuan akta dan penggelapan aset berupa lahan Yayasan Pesantren Modern Daar al Uluum Asahan. Namun, kata dia, Polda Sumatera Utara menghentikan kasus karena diduga sejumlah petinggi polisi diduga disuap bupati.
Itu sebabnya, Afif datang ke Jakarta untuk menyampaikannya ke Presiden Joko Widodo agar memerintahkan jajaran menindaklanjuti.
"Ini aksi akumulasi dari kekecewaan kami, karena sudah tiga tahun lebih mencari keadilan. Kami telah melapor ke Polda Sumut kasus pemalsuan sertifikat dan penggelapan lahan Yayasan yang merupakan milik negara. Sebab dalam akte lahan milik Yayasan itu milik negara yang disumbangkan ke pesantren," kata Afif kepada wartawan di seberang Istana.
Sebelumnya, Taufan dilaporkan ke Polda Sumatera Utara atas kasus dugaan pemalsuan akta dan penggelapan aset berupa lahan Yayasan Pesantren Modern Daar al Uluum Asahan. Namun, kata dia, Polda Sumatera Utara menghentikan kasus karena diduga sejumlah petinggi polisi diduga disuap bupati.
Itu sebabnya, Afif datang ke Jakarta untuk menyampaikannya ke Presiden Joko Widodo agar memerintahkan jajaran menindaklanjuti.
"Ini aksi akumulasi dari kekecewaan kami, karena sudah tiga tahun lebih mencari keadilan. Kami telah melapor ke Polda Sumut kasus pemalsuan sertifikat dan penggelapan lahan Yayasan yang merupakan milik negara. Sebab dalam akte lahan milik Yayasan itu milik negara yang disumbangkan ke pesantren," kata Afif kepada wartawan di seberang Istana.
Afif kecewa dengan penanganan kasus dugaan korupsi oleh ke Polda Sumatera Utara dihentikan.
Afif juga mengatakan telah melaporkan kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Kami sangat kecewa kenapa kasus korupsi penggelapan aset Yayasan milik negara itu dihentikan. Ini ada praktek mafia hukum di Polda Sumut, maka kami ingin Presiden memberikan perhatian untuk kasus ini," kata dia.
Menyangkut statusnya yang merupakan PNS Pemerintah Kabupaten Asahan, Afif mengaku sudah tidak takut jika nanti dipecat Bupati Taufan gara-gara langkahnya.
"Apapun resikonya saya siap, termasuk kalau saya diberhentikan," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius