Suara.com - Mantan Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah, John Manoppo dilaporkan mati di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang, Senin (31/7/2017). Ia ditemukan sudah tak bernyawa di dalam sel, saat masih menjalani masa hukuman atas kasus korupsi.
Kepala Lapas Kedungpane Semarang Taufiqurrahman di Semarang, mengakui mantan orang nomor satu di Kota Salatiga itu ditemukan meninggal pada Senin pagi.
"Benar, laporannya meninggal karena sakit," kata Taufiqurrahman.
Meninggalnya John Manoppo diketahui kali pertama oleh petugas LP saat melakukan pemeriksaan rutin pagi.
Setelahnya, si petugas memberitahukan temuannya itu ke dokter lapas yang langsung melakukan pemeriksaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, narapidana kasus korupsi tersebut meninggal pada Senin subuh, sekitar pukul 05.00 WIB.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kedungpane Semarang Fajar Nurcahyo mengatakan, John Manoppo meninggal saat berada di Blok J khusus tahanan tipikor.
"Selama ini memang almarhum memiliki riwayat sakit diabetes," terangnya.
Baca Juga: Selain Suami, Istri Wali Kota Ozamiz Filipina Juga Ditembak Mati
Namun, lanjut dia, yang bersangkutan sering menolak kalau diminta untuk dirawat di rumah sakit.
Jenazah John selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang.
Ia menuturkan, jenazah almarhum sendiri sudah diserahterimakan ke pihak keluarga.
Untuk diketahui, John dihukum 1 tahun penjara atas kasus korupsi pengelolaan dana Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Salatiga.
Sebelumnya, John juga dihukum 8 tahun atas keterlibatan dalam kasus korupsi pembangunan Jalan Lingkar Salatiga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim