Suara.com - Suasana haru masih menyelimuti kediaman mendiang Muhammad Al Zahra alias Zoya (30) di Kampung Jati, Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Zoya meninggal dunia secara mengenaskan.
Dia dikeroyok dan dibakar hidup-hidup karena dituduh mencuri satu unit amplifier di musala Al Hidayah, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, pada Selasa (1/8/2017), jam 16.30 WIB.
Ibu mertua Zoya, Odah (45), terlihat berlinang air mata saat menceritakan mendiang Zoya.
Awal ketika mendengar kabar yang menimpa mendantunya, ia sangat kaget. Untuk memastikan lagi, istri Zoya, Siti Zubaidah (25), dan ayahnya mengecek kabar tersebut ke kantor Polsek Babelan
"Sekitar jam sebelas malam dari Polsek Babelan ke sini mereka mengabarkan kondisi mantu saya dan akhirnya disuruh mengecek ke polsek. Dan saya shock, masih nggak percaya itu mantu saya. Polisi menunjukkan foto, saya shock lemes, batin ancur, ngelihat foto mantu saya," ujar Odah ketika ditemui di rumah Kampung Jati, Cikarang Kota, Jumat (4/8/2017).
Keluarga baru keesokan harinya menjemput jenazah Zoya di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, karena malam itu tidak memungkinkan.
Sesampai di ruang jenazah, keluarga tak bisa melihat wajah Zoya untuk terakhir kalinya karena sudah dalam keadaan dibungkus kain kafan.
"Sudah bungkus pakai plastik, baru pakai kain kafan. Jadi nggak bisa lihat mukanya," kata dia
Sampai sekarang, Odah masih tak percaya mantunya menerima perlakuan begitu keji. Apalagi dituduh mencuri di musala.
"Jangan digituin dong itu, itu mantu saya manusia bukan hewan. Harusnya ditanya dulu jangan main hakim sendiri," kata Odah yang terus berurai air mata.
Keluarga yakin Zoya korban salah sasaran
Odah dan keluarga meyakini Zoya bukan pelaku pencurian amplifier seperti yang dituduhkan. Odah mengatakan pekerjaan Zoya memang teknisi atau tukang service amplifier.
Biasanya, Zoya mencari orderan daerah Bekasi, kadang sampai Cileungsi.
"Kita nggak percaya, karena mantu saya emang jual beli amplifier. Biasanya dia ke Cileungsi. Kalau nggak, dia suka ngider kemana saja, suka tanya warga lain sembari jual beli amplifier," ucap Odah.
Minta doa
Berita Terkait
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Polsek Mampang Ungkap Fakta Kasus Nabilah O'Brien: Beda Perkara Pencurian dan Laporan ITE
-
Tampang Pencuri Uang Takziah di Kramat Jati Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku Spesialis Melayat
-
Aksi Koboi Curanmor di Tanjung Duren Terekam CCTV, Polisi Ringkus Dua Pelaku
-
Pengkhianatan Cinta di Pademangan: Pria Ini Bobol Rumah Calon Mertua, Gondol Harta Rp400 Juta
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan
-
Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal
-
4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan
-
Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK
-
Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko
-
Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup
-
Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity
-
Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang
-
Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia
-
SETARA Institute Desak Prabowo Alihkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke KPK