Suara.com - Seorang aparatur sipil negara yang berdinas di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ditemukan meninggal di sebuah hotel di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (8/8/2017).
Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Andi Suryadi di Banjarbaru, membenarkan meninggalnya ASN dari BMKG di kamar hotel tersebut.
"Kami mendapat laporan ada tamu hotel yang meninggal dunia sekitar pukul 08.00 Wita dan saat petugas datang ke kamar hotel, korban sudah dinyatakan meninggal," ujarnya seperti diwartakan Antara.
Dia mengatakan, tamu yang meninggal atas nama Widarno dengan alamat sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jalan Pinang Griya Permai Tangerang dan tercatat sebagai ASN di BMKG.
Korban yang diketahui sebagai ASN di BMKG pusat diketahui meninggal dunia saat menjalankan tugas kedinasan, dan menginap di kamar hotel yang beralamat Jalan Ahmad Yani Km 35 Kota Banjarbaru.
Dijelaskan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sejumlah barang bukti di dalam kamar di antaranya obat-obatan untuk penyakit asma.
"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan di kamar ditemukan obat-obatan penyakit asma sehingga diperkirakan meninggal karena sakit," ujar kasat.
Menurut dia, meski pun kematian korban diduga kuat karena sakit, tetapi penyelidikan masih dilakukan dengan memintai keterangan sejumlah saksi seperti rekan korban dan petugas hotel.
"Kami masih memeriksa saksi-saksi seperti rekan-rekan korban maupun petugas hotel. Kamarnya sendiri diberi garis polisi dan berstatus quo karena masih penyelidikan," kata dia.
Pihaknya belum bisa memastikan kapan status quo kamar hotel yang diinapi korban dicabut karena penyelidikan kasus itu masih dilakukan penyidik Satreskrim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo