Sejumlah pegawai melakukan gladi kotor persiapan pidato presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/8).
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan berpidato dalam forum sidang tahunan MPR, DPD, dan DPR bersama Presiden Joko Widodo dan Wakli Presiden Jusuf Kalla di gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).
Dalam pidato, Zulkifli menekankan pentingnya untuk menjaga nilai-nilai demokrasi dan Pancasila di dalam berkehidupan bernegara. Kata dia, saat ini, demokrasi Indonesia telah diuji dan harus senantiasa diperbaiki
"Di tahun ke 72 kemerdekaan Indonesia ini, kita menghadapi tantangan Demokrasi yang tak mudah dan harus terus diperbaiki," kata Zulkfli.
Ketua umum Partai Amanat Nasional itu juga menyinggung perihal ketimpangan sosial yang masih menjadi bagian dari permasalahan yang dihadapi Indonesia.
"Di satu pihak, ada yang frustasi atas ketertinggalannya dan mencari pegangan sendiri, karena menganggap tak ada jaminan baginya," ujar Zulkifli.
Namun di sisi lain, kata dia, ada pula orang-orang yang sudah lampaui kesejahteraan umum.
"Siapa (yang harus menjadi) prioritasnya? Tentu mereka yang tertinggal," kata Zulkifli.
Zulkifli berharap pemerintah tetap menjaga persatuan masyarakat dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
"Karena itu, sebagai pemimpin kita tidak boleh membiarkan Indonesia ini robek dan koyak. Kita tidak boleh membiarkan Pancasila dan UUD 1945 dicampakkan dan hanya menjadi simbol. Pancasila adalah rujukan bersama," kata Zulkifli.
Komentar
Berita Terkait
-
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan
-
Bedah Pidato Presiden, Gerindra Beberkan 6 Fondasi Utama Pembangunan Nasional Era Prabowo
-
Surya Paloh Soal Pidato Prabowo, Optimisme Harus Disertai Realisasi dan Public Trust
-
Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif
-
Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?