Suara.com - Valentino Rossi sepertinya mulai frustasi dengan peluangnya meraih gelar juara dunia kesepuluh tahun ini. Kondisi ini menyusul selisih 33 poin dengan rivalnya, Marc Marquez, yang masih kokoh di puncak klasemen.
Bahkan, pebalap Movistar Yamaha ini menyebut dirinya bodoh jika berpikir bisa mempersempit perbedaan poin dengan Marquez.
Rossi menjelaskan, hanya setelah mendapatkan motor yang kompetitif-lah dirinya baru bisa memikirkan persaingan memperebutkan mahkota juara dunia MotoGP 2017 dengan Marquez.
Sikap pesimis Rossi muncul menyusul performa motornya yang masih banyak memiliki kendala teknis. Diantaranya seperti yang terjadi pada balapan sebelumnya di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, 13 Agustus lalu.
Rossi harus puas hanya finis ketujuh pada balapan di Austria, setelah ban motornya mengalami degradasi, khususnya bagian belakang, di pertengahan lomba.
Permasalahan ini sejatinya jadi pekerjaan rumah besar bagi timnya pada musim ini. Karena persoalan ini bukan terjadi kali ini saja, melainkan juga saat balapan di Jerez dan Catalunya lalu.
"Sangat bodoh jika memikirkan gelar juara dunia setelah finis ketujuh (di Austria)," kata Rossi, ketus.
"Pertama-tama, harus mendapatkan (motor yang) kompetitif," lanjut Rossi, dikutip dari Motorsport, Jumat (18/8/2017).
The Doctor, julukan Rossi, pun berharap markas pusat Yamaha di Iwata, Jepang, bisa turun tangan membantu memecahkan permasalahan motornya.
Baca Juga: Djarot Minta Arena Equistrian Kelar Lebih Cepat, Ini Alasannya
"Kami harus mendapatkan bantuan dari Jepang," ujar Rossi, yang kini menempati peringkat keempat di klasemen dengan koleksi 141 poin.
"Sejujurnya, jika saja balapan (Austria) masih tersisa satu jam lagi, saya tidak tahu apa yang akan terjadi, karena kami telah melakukan segalanya untuk menghindari masalah, tapi kenyataannya gagal," Rossi mengeluh.
"Jadi, saya rasa solusinya bukan pada tim di garasi (tapi pusat Yamaha di Jepang harus membantu)," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Desain Komponen Terdaftar di Indonesia, Inikah Calon Motor Listrik Honda Pengganti EM1?
-
Yamaha Classy Modifest 2026 Jadi Ajang Adu Kreativitas Modifikasi Fazzio dan Grand Filano
-
5 Motor yang Dulu Dihina Sekarang Langka dan Jadi Buruan Kolektor, Harga Tergoreng Bebas
-
Jadwal Astra Honda Dream Cup 2026: Hadir di 3 Kota Besar, Vario 160 Masuk Lintasan
-
Inikah Calon Yamaha MX King Baru? Bodi Berotot dan Suspensi Kokoh
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026