- Anwar Abbas dorong Rusia dan China bersatu bela Iran lawan agresi AS.
- Unjuk kekuatan China-Rusia di Teluk dinilai krusial guna cegah kesewenang-wenangan Amerika.
- Anwar Abbas ingatkan sejarah kegagalan militer Amerika Serikat di Vietnam dan Afghanistan.
Suara.com - Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan, Anwar Abbas, menanggapi serius konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Menyikapi agresi militer tersebut, Anwar menilai sudah saatnya China dan Rusia menunjukkan keberpihakan secara nyata dalam membela negara-negara yang dinilai tertindas oleh kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
“Sudah waktunya China dan Rusia secara terang-terangan membela negara-negara yang ditindas oleh Amerika Serikat,” ujar Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Menurut Anwar, jika kekuatan besar seperti China dan Rusia tidak segera bertindak, AS akan semakin bertindak sewenang-wenang terhadap negara yang menolak tunduk pada arahannya. Ia menyarankan kedua negara tersebut untuk melakukan unjuk kekuatan dengan mengerahkan armada militer mereka ke kawasan Teluk sebagai bentuk pencegahan.
“China dan Rusia perlu menggerakkan armadanya mendekati kawasan Teluk agar Amerika Serikat berpikir ulang sebelum menyerang Iran. Apalagi, AS menyadari jika terseret terlalu jauh dalam perang langsung, mereka tidak akan sanggup memenangkan pertempuran dalam jangka menengah maupun panjang,” tambahnya.
Anwar mengingatkan sejarah keterlibatan militer AS di Vietnam dan Afghanistan. Menurutnya, pengalaman di masa lalu membuktikan bahwa keunggulan teknologi persenjataan AS tidak mampu mematahkan semangat pejuang Viet Cong di Vietnam maupun kelompok Taliban di Afghanistan, hingga akhirnya memaksa militer AS mundur.
“Belajar dari sejarah, AS tentu akan berhati-hati untuk masuk terlalu dalam ke wilayah Iran. Mereka tidak akan sanggup melawan kegigihan spiritual para pemimpin dan rakyat Iran yang tidak gentar menghadapi kekuatan militer mana pun,” jelas Anwar.
Ia berpendapat, dalam situasi saat ini, Iran perlu memperkuat posisi tawar militernya guna menghentikan arogansi Washington DC dan Tel Aviv. Sinergi antara Iran, China, dan Rusia dipandang penting guna menciptakan keseimbangan kekuatan baru di kancah global.
“Kolaborasi Iran, China, dan Rusia sangat krusial bagi dunia saat ini. Publik merindukan tatanan hidup yang tenang tanpa adanya aksi bombardir sepihak dan ancaman terhadap kedaulatan kepala negara yang tidak disukai oleh kekuatan tertentu,” pungkasnya.
Baca Juga: Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Muktamar NU Diwarnai Ketegangan, Massa Nahdliyin Muda Sampaikan Tuntutan
-
Mojtaba Khamenei Minta Pemimpin Negara Timur Tengah Bersatu Melawan Musuh Utama Islam
-
Alarm Bahaya Tottenham: Usai Dua Musim Finis ke-17, Kini Jadi Juru Kunci?
-
3 Cleansing Balm Lokal yang Bisa Hilangkan Komedo, Mengandung BHA Salicylic Acid
-
Review The Whisper Man: Dibintangi Aktor Besar Nggak Jaminan Bagus, Hambar!
-
Karhutla Meluas di Bali, BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang
-
Taylor Swift Bantu Donasi Rp800 Juta Untuk Ibu Penyelamat Remaja di Jalan Tol
-
Bait Manis Kerajaan Oleh-Oleh Bali: Menjelajah Perjalanan Pie Susu Sissy Taklukan Pasar Nusantara
-
Review Euphoria Season 2: Perjalanan Gelap Rue Melawan Adiksi Narkoba
-
Ketidakpastian Global, Perusahaan Asing Tak Jor-joran Investasi ke RI