Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat berkali-kali menyampaikan bahwa penjual hewan kurban dilarang menempati trotoar karena area tersebut bukan pada tempatnya.Selain mengganggu pejalan kaki, juga bisa memicu kemacetan arus lalu lintas.
"Kan sudah dari dulu nggak boleh. Trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk berjualan, bukan untuk tempat parkir," ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin (21/8/2017).
Djarot telah menginstruksikan wali kota dan camat untuk menyediakan tempat khusus pedagang hewan kurban di wilayah masing-masing.
"Kami sudah sampaikan kepada wali kota, terutama Jakarta Pusat, ya untuk para camat di lingkungan itu untuk mensterilkan, untuk itu mereka harus berikan alternatif jualannya di mana," kata Djarot.
Djarot tidak mempermasalahkan area kosong di sekitar sekolah untuk sementara dipakai sebagai tempat pemotongan hewan kurban saat pelaksanaan Hari Raya Idul Adha nanti. Tetapi dengan catatan, limbahnya dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan pencemaran.
"Yang tidak boleh itu di jalan, kemudian di trotoar, karena tahun lalu saya masih melihat ada pemotongan hewan di trotoar, jadi trotoar itu diambil batanya, atasnya untuk menyembelih hewan kurban," kata dia.
Kendati perlu ketegasan untuk menertibkan pedagang di trotoar, Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede tetap mewanti-wanti petugas Satuan Polisi Pamong Praja jangan langsung mengangkut dagangan mereka. Tetapi lebih dulu melakukan usaha persuasif.
"Kita sudah sosialisasikan pada mereka, nanti ada kesepakatan untuk mencari tempat. Ya sekarang masih ada (yang dagang di trotoar)," ujar Mangara di gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2017).
Mangara berharap cara persuasif berhasil menyadarkan mereka.
"Mudah-mudahan pendekatan tahun ini bukan penertiban. Tapi kita cari kebersamaan yang bisa disepakati bersama," kata dia.
Mangara mengatakan pemerintah berupaya mencarikan tempat untuk dagang hewan, salah satunya di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Kan sudah dari dulu nggak boleh. Trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk berjualan, bukan untuk tempat parkir," ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin (21/8/2017).
Djarot telah menginstruksikan wali kota dan camat untuk menyediakan tempat khusus pedagang hewan kurban di wilayah masing-masing.
"Kami sudah sampaikan kepada wali kota, terutama Jakarta Pusat, ya untuk para camat di lingkungan itu untuk mensterilkan, untuk itu mereka harus berikan alternatif jualannya di mana," kata Djarot.
Djarot tidak mempermasalahkan area kosong di sekitar sekolah untuk sementara dipakai sebagai tempat pemotongan hewan kurban saat pelaksanaan Hari Raya Idul Adha nanti. Tetapi dengan catatan, limbahnya dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan pencemaran.
"Yang tidak boleh itu di jalan, kemudian di trotoar, karena tahun lalu saya masih melihat ada pemotongan hewan di trotoar, jadi trotoar itu diambil batanya, atasnya untuk menyembelih hewan kurban," kata dia.
Kendati perlu ketegasan untuk menertibkan pedagang di trotoar, Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede tetap mewanti-wanti petugas Satuan Polisi Pamong Praja jangan langsung mengangkut dagangan mereka. Tetapi lebih dulu melakukan usaha persuasif.
"Kita sudah sosialisasikan pada mereka, nanti ada kesepakatan untuk mencari tempat. Ya sekarang masih ada (yang dagang di trotoar)," ujar Mangara di gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2017).
Mangara berharap cara persuasif berhasil menyadarkan mereka.
"Mudah-mudahan pendekatan tahun ini bukan penertiban. Tapi kita cari kebersamaan yang bisa disepakati bersama," kata dia.
Mangara mengatakan pemerintah berupaya mencarikan tempat untuk dagang hewan, salah satunya di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
5 Rekomendasi Bumbu Sate untuk Daging Kurban, Makin Sedap dan Nikmat!
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman
-
7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia
-
Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship
-
3 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dapur Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Seret
-
4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!
-
Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi