Suara.com - Penyakit langka yang disebut dengan Anopthalmia, kini sedang dirasakan bayi berumur enam bulan bernama Syakira. Saat ini, Syakira dan kedua orangtua yang berasal dari Koba, Bangka Belitung, mondok di rumah singgah Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang terletak di Jalan DPS, Johar Baru, Jakarta Pusat. Mereka di kota ini sedang berjuang, berjuang untuk kesehatan Syakira dan untuk mendapatkan layanan RSCM.
Wartawan Suara.com menemui ibunda dari Syakira, Nova Revianty, pada pekan lalu di rumah singgah. Nova kemudian menceritakan kondisi putri tercinta.
"Pas lahir belum ketahuan, hasilnya pun bagus, tapi setelah beberapa jam saya tanya dokter kok anak saya nggak melek ya,” ujar Nova.
Syakira lahir tanpa mempunyai bola mata. Selain itu, dia juga punya masalah pada tujuh organ tubuh lainnya. Pertama, Mikrosefali yaitu gangguan sistem saraf yang menyebabkan kepala Syakira menjadi tidak berkembang alias kecil sehingga membuat otak Syakira tidak tumbuh sebagaimana mestinya.
Kedua, Microtia. Ini merupakan kelainan yang dialami oleh Syakira sejak lahir. Dimana dia memiliki ukuran telinga yang kecil. Ketiga, Webneck. Dimana bagian leher dan bahu Syakira menyatu sehingga Syakira terlihat seperti tidak memiliki leher.
Keempat, Clubfoot. Kondisi ini menyebabkan kaki Syakira menjadi bengkok di bagian jempolnya. Sehingga membuat kaki Syakira terlihat tidak wajar. Kelima, Gastroesophageal Reflux Disease. Ini adalah masalah organ yang terjadi pada bagian lambung Syakira, sehingga Syakira hanya bisa menerima asupan kurang dari 60 mililiter.
Keenam, jantung bocor dan yang ketujuh yaitu Kyphosis Congenitial, kelainan pada tulang punggung. Sehingga membuat bayi berumur enam bulan ini saat digendong seperti orang bungkuk.
Di rumah singgah
Nova Revianty dan suaminya, Deddy Ardiansyah, serta Syakira sudah dua bulan tinggal di rumah singgah. Rumah singgah ini milik Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang dibangun sekitar lima tahun yang lalu.
Hampir setiap hari, kedua orangtua Syakira bolak balik ke RSCM untuk mendapatkan pengobatan. Tetapi, sejauh ini belum dirasakan hasilnya.
Nova kemudian mengungkapkan pengalamannya ketika pertama kali datang ke RSCM.
“Pertama kita ke RSCM, terus kita dibilang, ibu kayaknya ini kasusnya langka deh bu, untuk tindakan sepertinya tidak ada,” ujar Nova mengulang pernyataan petugas kesehatan.
Hal itu membuat kedua orangtua Syakira teramat sedih karena sudah dua bulan di Jakarta, tetapi hasilnya belum dirasakan.
Selain ke RSCM, ibu dan ayah Syakira juga memeriksakan mata bayi ke rumah sakit yang lain, tetapi hasilnya sama.
“Ya udah jadi untuk mata kita nggak kontrol lagi, karena tidak bisa diapa-apakan lagi, jadi kemungkinan Syakira tidak bisa melihat,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan