Suara.com - Gubernur Jatim Soekarwo berencana menarik semua mobil dinas anggota DPRD Jatim per September 2017 karena setiap bulannya seluruh legislator telah memperoleh tunjangan transportasi.
"Alasannya, setiap bulan para anggota dewan sudah memperoleh uang tunjangan transportasi," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Senin.
Namun, rencana tersebut belum bisa terlaksana dikarenakan jawaban surat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sampai saat ini belum turun.
Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Pemprov Jatim telah berkirim surat ke Kemendagri pada 28 Agustus 2017, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban.
"Sekarang posisi kami menunggu jawaban. Kalau sudah turun maka pemprov Jatim bisa bertindak dan langsung menarik mobil dinas anggota dewan," ucapnya.
Kendati demikian, lanjut dia, jika sampai 14 hari kerja terhitung sejak tanggal pengiriman atau jatuh pada 11 September 2017 dan jawaban belum turun maka kendaraan akan ditarik pemprov Jatim.
"Ini karena dinilai Mendagri setuju terhadap surat Pemprov tersebut," kata orang nomor satu di Pemprov Jatim itu.
Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim Agus Maimun mengaku tujuh orang anggota fraksinya telah mengembalikan mobil dinas dan menilainya wajar karena sudah diatur dalam peraturan berlaku, yaitu Pergub yang didasari undang-undang.
"Tunjangan transportasi rencananya diterima per September sehingga secara etis mobil dinas wajib dikembalikan. Apalagi mobil dinas yang dipakai sejak pertama kali menjabat itu berstatus pinjam pakai," katanya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang