Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta. [Suara.com/Dian Rosmala]
Komisi Pemberantasan Korupsi menyayangkan sikap anggota panitia khusus hak angket DPR yang mewacanakan memangkas kewenangan KPK untuk melakukan penyidikan dan penuntutan.
Juru bicara KPK Febri Diansyah memotong kewenangan penyidikan dan penuntutan berarti melemahkan KPK dalam pemberantasan korupsi.
"Jadi, lebih kepada sistem ini diperkuat ketimbang dipangkas atau dilucuti atau diperlemah dari sisi kewenangannya," katanya, hari ini.
Juru bicara KPK Febri Diansyah memotong kewenangan penyidikan dan penuntutan berarti melemahkan KPK dalam pemberantasan korupsi.
"Jadi, lebih kepada sistem ini diperkuat ketimbang dipangkas atau dilucuti atau diperlemah dari sisi kewenangannya," katanya, hari ini.
Febri menekankan penyelidikan, penyidikan, penuntutan sudah terintegrasi sejak awal sehingga kasus yang ditangani KPK sampai ke pengadilan.
"Dan kalau dilihat lebih jauh, itu ternyata lebih efektif," kata dia.
"Dan kalau dilihat lebih jauh, itu ternyata lebih efektif," kata dia.
Febri mengungkapkan keinginan untuk melucuti kewenangan KPK sudah lama diwacanakan.
"Itu bisa dilihat dari sejumlah draft revisi UU KPK yang pernah beredar dan didiskusikan dari salah satu unsur DPR juga. Bagi kami, KPK tidak membutuhkan revisi tersebut saat ini," kata Febri.
Sebelumnya, anggota pansus Mukhamad Misbakhun merekomendasikan pencabutan kewenangan penyidikan dan penuntutan KPK setelahmendengar keterangan sejumlah pihak yang dihadirkan pansus.
Menurut politikus Partai Golkar kinerja KPK kerap tidak sinkron dengan kepolisian dan kejaksaan.
Dia menginginkan KPK hanya berwenang dalam pencegahan, supervisi, dan koordinasi. Menurutnya dengan hanya memiliki tiga kewenangan tersebut, KPK tetap akan kuat.
Anggota pansus dari Fraksi PDI Perjuangan Eddy Kusuma Wijaya mengatakan wacana penghilangan kewenangan penyidikan dan penuntutan memang berkembang di dalam pansus. Tetapi, kata dia, belum menjadi rekomendasi resmi.
Komentar
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok