- Aliansi organisasi Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri pada 4 Mei 2026.
- Laporan tersebut terkait dugaan penghasutan dan ujaran kebencian akibat narasi potongan video ceramah Jusuf Kalla di UGM.
- Pelapor menilai narasi potongan video yang tidak utuh tersebut berpotensi memicu kegaduhan serta perpecahan antarumat beragama di Indonesia.
Suara.com - Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie resmi menjadi terlapor dugaan penghasutan dan ujaran kebencian. Laporan tersebut buntut potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Adapun laporan tersebut dibuat oleh aliansi organisasi Islam untuk kerukunan umat beragama di Bareskrim Polri. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Mei 2026.
“Alhamdulillah laporan kepolisian yang kita buat dengan terlapor saudara Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie sudah diterima oleh kepolisian,” kata Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, saat di Bareskrim Polri, Senin.
Laporan polisi ini, kata Syaeful, merupakan suatu ikhtiar untuk mengkanalisasi keresahan yang ada di umat Islam usai munculnya podcast yang dilakukan Ade Armando, termasuk juga unggahan video di Facebook oleh Permadi Arya dan Grace Natalie.
“Kami ingin menghindari jangan sampai ada respon negatif yang kemudian itu bisa berpotensi buruk terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan LBH SEMMI, Gurun Arisastra, mengatakan laporan terhadap Ade Armando cs dilayangkan karena narasi yang dibangun dari potongan ceramah JK secara tidak langsung dapat menimbulkan kegaduhan.
Sebab, video penggalan tersebut dinilai dibangun dengan narasi-narasi yang mengarah pada perspektif atau kesimpulan yang tidak utuh di masyarakat.
“Di situ mereka mem-framing bahwa Pak JK dalam ceramah videonya adalah dituduh mengenai terkait dengan pembahasan ajaran agama Kristen terkait dengan syahid,” jelasnya.
Padahal, lanjut Gurun, dalam video berdurasi 40 menit, JK tidak membahas ajaran agama, melainkan kekhawatiran psikologis masyarakat yang memahami suatu ajaran secara keliru hingga berpotensi mengalami kesesatan berpikir.
Baca Juga: Dilaporkan ke Bareskrim, Abu Janda hingga Ade Armando Dituding Provokasi Potongan Video JK
“Sehingga bahwa Pak JK menyatakan bahwa cara berpikir syahid itu adalah keliru, itu salah, kalian semua masuk neraka, bukan masuk surga. Ini kan tidak disampaikan di publik, tidak utuh,” ungkapnya.
Penggalan video yang beredar, kemudian dibumbui dengan narasi negatif, dinilai menimbulkan keresahan antarumat beragama. Jika hal ini terus dibiarkan, Gurun khawatir akan terjadi perpecahan.
“Kami segera melakukan sebuah pelaporan terhadap hal ini karena ada video yang dinarasikan tidak utuh sehingga itu menjadi perspektif di lingkungan masyarakat yang dikhawatirkan terjadi perpecahan antarumat beragama, lalu disharmonisasi akibat narasi yang tidak utuh, narasi bohong, ketidakjujuran, ini kan berbahaya,” pungkasnya.
Kasus potongan video JK ini mencuat usai Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik dan perwakilan sejumlah organisasi kemasyarakatan melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2026) malam.
Laporan tersebut buntut isi ceramah JK di Universitas Gadjah Mada yang dipotong oleh seseorang. JK saat itu menekankan perdamaian dan meluruskan pemahaman keliru tentang konsep syahid dalam konflik, bukan menistakan agama.
JK menegaskan tidak ada agama yang menjamin pembunuh masuk surga, serta menceritakan pengalaman mediasinya di Poso dan Ambon untuk mengajak perdamaian.
Berita Terkait
-
Dilaporkan ke Bareskrim, Abu Janda hingga Ade Armando Dituding Provokasi Potongan Video JK
-
Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama
-
Temui Jusuf Kalla, Ormas Islam Akan Laporkan Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie
-
Soroti Laporan Terhadap JK, KAHMI Khawatir Sudah Jadi 'Mainan Politik'
-
KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
KPK Ungkap Orang yang Klaim Bisa Urus Kasus Bea Cukai Ada di Semarang
-
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pigai: Kebebasan Berpendapat Ada Batasnya
-
Apa Bedanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa? Heboh Anggaran Sepatu Rp700 Ribu Sepasang
-
Kasus Dokter Magang Meninggal di Jambi Disorot, Polisi Tunggu Hasil Audit Kemenkes
-
Prabowo Dorong Kampus Turun Tangan, Jadi 'Asisten' Pemda Tangani Masalah Daerah lewat Program ASRI
-
Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Danantara-Pemprov DKI Jakarta Percepat Pembangunan PSEL
-
Masih Bekerja Tapi Ingin Cairkan JHT? Ini Syarat Berkas Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
-
Sejumlah Wilayah Jakarta Dikepung Banjir Buntut Hujan Deras yang Mengguyur Sejak Sore Hari
-
DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior
-
Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI