Kepala Biro Multimedia Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Polisi Yan Fitri Halimansyah [suara.com/Maidian Reviani]
Kepala Biro Multimedia Mabes Polri Brigadir Jenderal Yan Fitri mengatakan bentuk cyber crime meliputi konten penipuan, hoax, dan konten yang mengadu domba.
"Ada kejahatan dalam bentuk penipuan, ada juga pemberitaan yang sifatnya tidak benar ya kan mengisi konten tidak benar atau hoax. Adapun berita-berita yang isinya kontennya mengadu domba semua kejahatan yang saat ini lagi marak dan lagi jadi perhatian pemerintah adapun masyarakat," ujar Yan Fitri di Puri Mega, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2017).
Itu sebabnya, kata Yan, aparat penegak hukum melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir cyber crime.
"Lembaga negara kita sebagai aparat penegak hukum perlu mengantisipasinya dan perlu melakukan sebuah upaya untuk meminimalisirnya," kata dia.
Yan Fitri mengatakan jika upaya edukatif untuk meminimalisir cyber crime tidak mempan, aparat melakukan tindakan hukum.
"Upaya meminimalisirnya melalui upaya preventif, upaya-upaya pencegahan, penanggulangan maupun edukatif, yang terakhir apabila tidak teredukasi kita lakukan upaya-upaya penegakan hukum," kata dia.
Yan Fitri mengatakan kejahatan di internet jika tidak ditangani dapat merugikan hak warga, lebih parah lagi bisa mengancam persatuan negara.
"Jadi jika menyangkut hak-hak orang, tentu hak-haknya orang lain itu membatasi hak-hak kita, nah itu yang harus diwaspadai menggunakan media sosial yang tanpa menggunakan etika dan norma itu sangat memiliki resiko," kata dia.
Yan mengatakan polisi pasti dapat melacak siapapun yang menggunakan akun, termasuk anonim.
"Jadi kalau fake akun, tidak ada yang anonim, semuanya bisa kita lihat, jadi kalau dia mau tulis namanya siapa aja pakai akun apa saja semuanya bisa dilihat, tidak akan lari ke mana, karena kan jejak digitalnya tidak akan bisa dibohongi," ucap dia.
Yan Fitri mengatakan setelah penanggulangan genjar dilakukan, angka kasus cyber crime turun.
"Untuk saat ini cukup menurun jauh. Kalau sekarang itu satu dua tiga mulai muncul, tetapi puluhan nggak. Karena cukup baik dan menurun. Kondisi hari ini mungkin sebagai dampak dari penegakkan hukum yang menjadi sebuah kebijakan Kapolri berdampak sangat positif terhadap penggunaan media sosial," kata dia. [Maidian Reviani]
"Ada kejahatan dalam bentuk penipuan, ada juga pemberitaan yang sifatnya tidak benar ya kan mengisi konten tidak benar atau hoax. Adapun berita-berita yang isinya kontennya mengadu domba semua kejahatan yang saat ini lagi marak dan lagi jadi perhatian pemerintah adapun masyarakat," ujar Yan Fitri di Puri Mega, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2017).
Itu sebabnya, kata Yan, aparat penegak hukum melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir cyber crime.
"Lembaga negara kita sebagai aparat penegak hukum perlu mengantisipasinya dan perlu melakukan sebuah upaya untuk meminimalisirnya," kata dia.
Yan Fitri mengatakan jika upaya edukatif untuk meminimalisir cyber crime tidak mempan, aparat melakukan tindakan hukum.
"Upaya meminimalisirnya melalui upaya preventif, upaya-upaya pencegahan, penanggulangan maupun edukatif, yang terakhir apabila tidak teredukasi kita lakukan upaya-upaya penegakan hukum," kata dia.
Yan Fitri mengatakan kejahatan di internet jika tidak ditangani dapat merugikan hak warga, lebih parah lagi bisa mengancam persatuan negara.
"Jadi jika menyangkut hak-hak orang, tentu hak-haknya orang lain itu membatasi hak-hak kita, nah itu yang harus diwaspadai menggunakan media sosial yang tanpa menggunakan etika dan norma itu sangat memiliki resiko," kata dia.
Yan mengatakan polisi pasti dapat melacak siapapun yang menggunakan akun, termasuk anonim.
"Jadi kalau fake akun, tidak ada yang anonim, semuanya bisa kita lihat, jadi kalau dia mau tulis namanya siapa aja pakai akun apa saja semuanya bisa dilihat, tidak akan lari ke mana, karena kan jejak digitalnya tidak akan bisa dibohongi," ucap dia.
Yan Fitri mengatakan setelah penanggulangan genjar dilakukan, angka kasus cyber crime turun.
"Untuk saat ini cukup menurun jauh. Kalau sekarang itu satu dua tiga mulai muncul, tetapi puluhan nggak. Karena cukup baik dan menurun. Kondisi hari ini mungkin sebagai dampak dari penegakkan hukum yang menjadi sebuah kebijakan Kapolri berdampak sangat positif terhadap penggunaan media sosial," kata dia. [Maidian Reviani]
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
[HOAKS] Link Pendaftaran Gebyar Undian Berhadiah BRI 2026
-
OJK Ungkap Fakta Daftar Bank Bangkrut
-
Operasi Informasi di Balik Video Hoaks Viral "China Bantu Gaza"
-
Membongkar Operasi Informasi dari Gelombang Video Hoaks 'China Bantu Gaza'
-
Lasarus: DPR Dukung Mendes Tutup Alfamart dan Indomaret Adalah Hoax dan Tendensius
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia