- Wacana kenaikan gaji PNS 2025 masuk rencana kerja pemerintah, apakah ini hoax atau fakta?
- Menteri Keuangan menyatakan pembahasan rinci mengenai kenaikan gaji tersebut belum dilakukan sama sekali.
- Realisasi kenaikan gaji sangat bergantung pada kondisi dan kesehatan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Suara.com - Wacana kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2025 kembali menjadi perbincangan hangat.
Isu ini bak bola salju yang terus menggelinding, memunculkan harapan sekaligus tanda tanya besar di kalangan abdi negara.
Pertanyaannya sederhana namun krusial: apakah kenaikan gaji PNS 2025 ini fakta yang akan terwujud atau sekadar hoax yang berembus kencang?
Kabar ini mencuat setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.
Dalam lampiran Perpres tersebut, kenaikan gaji ASN, TNI, dan Polri tercantum sebagai salah satu program percepatan atau quick wins pemerintah.
Tentu saja, ini menjadi sinyal positif yang disambut gembira. Namun, benarkah realisasinya semudah membalikkan telapak tangan?
Anak muda dan para milenial yang kini banyak mengisi pos-pos ASN tentu menaruh perhatian khusus pada isu ini. Di tengah tantangan ekonomi dan biaya hidup yang terus merangkak naik, kenaikan gaji adalah angin segar untuk kesejahteraan.
Mari kita bedah lebih dalam, memisahkan antara harapan dan kenyataan berdasarkan pernyataan resmi dari para pemangku kebijakan.
Sinyal dari Para Menteri Soal Kenaikan Gaji PNS
Untuk menjawab isu ini, pandangan para "nahkoda" kebijakan ekonomi menjadi rujukan utama. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan tanggapan yang terkesan hati-hati.
Baca Juga: APBD DKI Dipangkas Rp15 T, Gubernur Pramono: Tunjangan PNS dan PPPK Aman, Tapi...
Saat dikonfirmasi, Purbaya menyatakan bahwa pembahasan rinci mengenai kenaikan gaji tersebut belum dilakukan.
"Saya mau dinaikin gajinya? Kamu mau naikin gaji saya? belum, belum, nanti begitu ada (perkembangannya) kita kasih tau," ujar Purbaya dengan nada santai namun tegas.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun rencana tersebut ada dalam dokumen resmi, eksekusinya sangat bergantung pada kondisi dan perhitungan anggaran negara. Artinya, lampu hijau belum benar-benar menyala.
Senada dengan Menkeu Purbaya, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari, juga memberikan penegasan.
Menurutnya, tidak semua rencana kebijakan yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) otomatis terlaksana pada tahun yang bersangkutan.
"Pengalaman menunjukkan bahwa ada rencana-rencana kebijakan yang tercantum dalam RKP tapi tidak atau belum bisa dilaksanakan di tahun bersangkutan," tegas Qodari.
Berita Terkait
-
APBD DKI Dipangkas Rp15 T, Gubernur Pramono: Tunjangan PNS dan PPPK Aman, Tapi...
-
PNS DKI Dirikan Toko Mandiri, Komunitas Difabel Makin Pede: Kami Bisa Berdiri di Atas Kaki Sendiri
-
Beda Jenjang Karier Guru PNS dan PPPK, Apakah Sama-sama Bisa Naik Jabatan?
-
Viral PNS di Bali Diminta Donasi Bencana Banjir, Ombudsman: Segera Lapor!
-
Cak Imin Bicara Hal Mengerikan Usai Anak Muda Lebih Pilih PNS daripada Jadi Petani Menderita
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana