- Ratusan pengemudi ojek online menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta.
- Mereka menagih janji Presiden Prabowo untuk segera terbitkan Perpres ojek online.
- Aksi digelar di depan Kedubes AS sebagai bentuk dukungan untuk Venezuela.
Suara.com - Ratusan pengemudi ojek online menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, pada Rabu (14/1/2026). Mereka menuntut agar Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur regulasi ojek online di Indonesia.
Ketua Perhimpunan Ojek Online Indonesia, Cecep Saripudin, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk menagih janji yang pernah disampaikan oleh pemerintah.
“Kami pernah mendapatkan pernyataan dari pemerintah Indonesia, Pak Presiden Prabowo, bahwa akan segera diterbitkannya Perpres terkait peraturan atau regulasi di ojek online Indonesia,” ucapnya.
Menurut Cecep, regulasi ini sangat mendesak karena para pengemudi ojek online saat ini mengalami penderitaan yang luar biasa.
"Maka kami meminta negara hadir di dalam kesejahteraan kawan-kawan ojek online dengan mengeluarkannya satu regulasi atau yang disebut dengan Perpres,” jelasnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus menggelar aksi dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak mendapatkan kepastian.
"Kita akan terus menjadwalkan aksi sampai kita bisa mendapatkan kepastian kapan Perpres itu akan dikeluarkan, karena itu kita menagih janji Pak Presiden,” imbuhnya.
Alasan Demo di Depan Kedubes AS
Cecep juga menjelaskan alasan mengapa aksi unjuk rasa ini digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Menurutnya, ini adalah bentuk dukungan moral bagi warga Venezuela.
Baca Juga: Ratusan Pengemudi Ojol Demo di Depan Kedubes AS, Sindir Janji Jokowi Soal Payung Hukum
“Venezuela adalah bagian negara yang seharusnya mendapatkan kebebasan dalam demokrasi, kebebasan dalam menjalankan negaranya. Amerika sebagai simbol negara demokrasi hari ini omong kosong,” tandas Cecep.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi