- Mendagri Tito Karnavian tegaskan lumpur sisa banjir Aceh dan Sumatra tidak dijual kepada pihak swasta.
- Pemerintah fokus memanfaatkan lumpur tersebut sebagai material tanggul untuk mitigasi risiko banjir susulan.
- Pemanfaatan tanggul ini bertujuan menahan luapan air agar tidak kembali menggenangi permukiman warga setempat.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan lumpur sisa banjir di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra tidak akan dijual ke pihak swasta. Pemerintah sudah berencana memanfaatkan lumpur tersebut sebagai tanggul untuk mengurangi risiko banjir susulan.
Wacana penjualan material lumpur akibat bencana di wilayah Sumatra itu pertama kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan laporan dari kepala daerah, Prabowo menyebut kalau ada pihak swasta yang tertarik membeli lumpur hasil pembersihan di permukiman maupun dari pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan.
Namun, Tito mengaku sampai saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai hal tersebut.
“Banyak informasi ya bahwa katanya ada yang tertarik membeli lumpur. Saya belum dapat informasi yang pasti,” kata Tito usai melepas 1.142 taruna Kelautan Perikanan yang akan diterjunkan ke wilayah terdampak bencana Aceh dan Sumatra, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini fokus pada pemanfaatan lumpur untuk kepentingan mitigasi bencana. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Safrie Sjamsoeddin terkait penanganan lumpur di wilayah terdampak cukup parah, seperti Aceh Tamiang dan Meureudu.
“Saya sudah koordinasi dengan Pak Menhan Bapak Safrie, terutama yang di Tamiang, di Meureudu, yang di daerah besar itu akan di-clear-kan lumpurnya, nanti akan digunakan tanggul,” ujarnya.
Tito menyebutkan kalau sedimentasi lumpur yang tinggi telah membuat permukaan sungai hampir sejajar dengan permukiman warga. Kondisi ini dinilai berbahaya jika terjadi hujan deras atau aliran air meningkat.
“Karena antara sungai dengan rumah penduduk sebelahnya itu sudah hampir rata karena sedimen. Jadi dikerok, setelah itu dijadikan tanggul,” jelasnya.
Tanggul tersebut nantinya berfungsi untuk menahan luapan air agar tidak kembali menggenangi permukiman warga saat terjadi banjir atau aliran air deras.
Baca Juga: KLH Siapkan Gugatan Triliunan untuk 6 Perusahaan Terduga Biang Banjir Sumatra
“Untuk menjaga jangan sampai nanti kalau ada banjir atau ada aliran air yang deras tidak tumpah ke kanan-kiri. Itu konsepnya,” pungkas Tito.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia
-
Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi
-
Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani
-
Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk
-
Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan
-
Ada Transfer Teknologi Alutsista? Ini 5 Fakta Kemitraan Indonesia dan Departemen Urusan Perang AS
-
Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!
-
Pramono Wanti-Wanti Dampak El Nino, Pemangkasan Pohon Bakal Dikebut
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota