Suara.com - Pemerintah RI mengirimkan lebih dari 20 ton bahan pangan sebagai bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya Myanmar di Bangladesh.
"Pada kloter pertama itu ada 20 ton. Itu beras saja, belum termasuk gula dan pangan lain," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ditemui di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, saat melepas bantuan kemanusiaan RI untuk pengungsi Rohingya, Rabu (13/9/2017).
Menurut Retno, bantuan pangan dan logistik dapat bertambah mengingat banyaknya pihak yang ingin bersumbangsih bagi pengungsi Rohingya.
Dia menambahkan, bantuan kloter pertama ini seluruhnya berasal dari pemerintah baik kementerian maupun lembaga.
Sejumlah bahan pangan, logistik serta tenda darurat dan tanki air darurat diangkut menggunakan empat pesawat C130 Hercules milik TNI AU.
"Dalam hal kemanusiaan, pemerintah selalu bersinergi dengan banyak pihak karena banyak yang menyampaikan ingin berkontribusi baik dari pemda, swasta dan organisasi kemanusiaan serta banyak pihak lain," jelas Retno.
Presiden Joko Widodo telah melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan sorti pertama di Lanud Halim Perdanakusuma.
Menurut laporan Antara yang turut dalam penerbangan misi kemanusiaan RI, suasana di Lanud Halim disibukkan oleh sejumlah anggota Paskhas TNI AU yang menaikkan barang-barang bantuan ke pesawat hercules.
Baca Juga: Tak Punya Garasi, Polda Metro Tak Bakal Terbitkan STNK Mobil Baru
Empat pesawat Hercules yang terbang bernomor registrasi A1316, A1335, A1319 dan A1326.
Selain itu, Menlu menjelaskan akan ada sejumlah unit Hercules lain yang akan menjadi pengangkut bantuan kemanusiaan dari Jakarta-Banda Aceh setiap hari.
Banda Aceh dijadikan "base camp" transit untuk pengiriman bantuan kepada etnis Rohingya di Bangladesh.
Rute penerbangan pesawat akan singgah di Banda Aceh sebelum ke Bandara Citagong di Bangladesh.
Kota Citagong merupakan kota yang terdekat dari Kota Cox's Bazar yang menjadi tempat pengungsian etnis Rohingya dari Rakhine, Myanmar. Menurut keterangan Menlu, Citagong terletak sejauh 170 km dari Cox's Bazar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026
-
Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan
-
Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026
-
Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan
-
Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?
-
Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir
-
2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik
-
Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah
-
Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK
-
Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit