Ilustrasi obat. (Shutterstock)
Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah segera menyikapi peredaran pil PCC (paracetamol, caffeine, corisoprodol) karena sudah banyak korban berjatuhan. Pil ini disinyalir menjadi pemicu kelainan kejiwaan pada pemakainya.
"Dalam dua hari terakhir ini, group resmi media sosial Komisi IX ramai membicarakan masalah ini. Awalnya kita agak meragukan kebenarannya. Setelah beberapa teman mencoba mengonfirmasi, kelihatannya berita itu benar adanya," kata Saleh di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/9/2017
Badan Pengawas Obat dan Makanan diminta segera mengambil langkah pencegahan peredaran obat yang gejala yang ditimbulkannya mirip efek narkoba itu.
"Obat yang tidak terdaftar di BPOM saja tidak boleh beredar kan, apalagi obat yang jelas berbahaya seperti ini. Harus ditemukan latar belakang pengedaran obat itu di kalangan para remaja," ujar Saleh.
Badan Narkotika Nasional juga diminta berperan aktif menyikapi masalah ini.
"Bisa jadi, ini jenis narkoba baru yang belum banyak diketahui masyarakat," kata Saleh.
Kasus penyalahgunaan pil PCC menggegerkan Kendari, Sulawesi Tenggara.
Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara hingga kini merupakan salah satu dari lima rumah sakit umum terbesar di Kota Kendari terbanyak menampung korban penyalahgunaan obat terlarang yang menghebohkan warga kota sejak Rabu (13/9/2017).
Data dari BNN Kendari, dari sekitar 50 orang anak yang menjadi korban penyalahgunaan obat itu, sebanyak 26 orang di antaranya sedang menjalani perwatan di RSJ provinsi, sedangkan sisanya tersebar di empat rumah sakit, seperti di RSU Bahterams (dua orang), RSU Bhayangkara (empat orang), RSU Kota kendari (lima orang) dan RSU Korem 143 Kendari (satu orang).
Kepala BNN Kota Kendari, Murniati, menyebutkan korban penyalahgunaan obat yang sebelumnya diketahui hanya 30 orang, setelah beberapa jam bertambah hingga mencapai angka 50 orang lebih.
"Dalam dua hari terakhir ini, group resmi media sosial Komisi IX ramai membicarakan masalah ini. Awalnya kita agak meragukan kebenarannya. Setelah beberapa teman mencoba mengonfirmasi, kelihatannya berita itu benar adanya," kata Saleh di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/9/2017
Badan Pengawas Obat dan Makanan diminta segera mengambil langkah pencegahan peredaran obat yang gejala yang ditimbulkannya mirip efek narkoba itu.
"Obat yang tidak terdaftar di BPOM saja tidak boleh beredar kan, apalagi obat yang jelas berbahaya seperti ini. Harus ditemukan latar belakang pengedaran obat itu di kalangan para remaja," ujar Saleh.
Badan Narkotika Nasional juga diminta berperan aktif menyikapi masalah ini.
"Bisa jadi, ini jenis narkoba baru yang belum banyak diketahui masyarakat," kata Saleh.
Kasus penyalahgunaan pil PCC menggegerkan Kendari, Sulawesi Tenggara.
Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara hingga kini merupakan salah satu dari lima rumah sakit umum terbesar di Kota Kendari terbanyak menampung korban penyalahgunaan obat terlarang yang menghebohkan warga kota sejak Rabu (13/9/2017).
Data dari BNN Kendari, dari sekitar 50 orang anak yang menjadi korban penyalahgunaan obat itu, sebanyak 26 orang di antaranya sedang menjalani perwatan di RSJ provinsi, sedangkan sisanya tersebar di empat rumah sakit, seperti di RSU Bahterams (dua orang), RSU Bhayangkara (empat orang), RSU Kota kendari (lima orang) dan RSU Korem 143 Kendari (satu orang).
Kepala BNN Kota Kendari, Murniati, menyebutkan korban penyalahgunaan obat yang sebelumnya diketahui hanya 30 orang, setelah beberapa jam bertambah hingga mencapai angka 50 orang lebih.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
52 Ribu Hektare Mangrove Rusak Tiap Tahun, Kondisinya Kian Mengkhawatirkan
-
Kelangkaan Elpiji 3 Kg Picu Inflasi di Sulawesi Tenggara
-
Seorang Vokalis Band Ditangkap, Diduga Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Teluk Kendari Keruh Akibat Banjir, Sedimentasi Kian Mengkhawatirkan
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar
-
3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI
-
Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026
-
Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026
-
Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program
-
Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati