Suara.com - Dua kakek berusia 50 tahun di Kota Magelang, Jawa Tengah, berhasil menipu dan membawa kabur uang Rp220 juta milik warga Kota Tangerang, Banten, bernama Tatang Bastian (60), dengan hanya bermodalnya kue lapis legit.
Kedua kakek tersebut, seperti dilansir laman resmi Polri, Tribratanews.com, Selasa (19/9/2017), mengakui memunyai kekuatan gaib alias dukun untuk menggandakan uang milik Tatang. Kedua pelaku ialah S alias Abah Cokro (50), IH alias Mansyur.
”Keduanya sudah kami tangkap. Kami masih mengejar tiga terduga lainnya yang kabur, yakni S, W, dan P alias Slamet,” kata Kapolres Magelang Ajun Komisaris Besar Hari Purnomo.
Penipuan itu berawal pada Selasa yang cerah, 11 Agustus, di kamar Hotel Ardiva, Halan Daha, Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah.
Abah Cokro yang mengaku dukun bertemu dengan Tatang dalam kamar hotel itu. Abah mengakui bisa membantu korban yang berstatus sarjana sosial serta tengah terlilit hutang Rp3 miliar.
“Dia mengakui bisa membantu korban melalui cara uka-uka atau penarikan uang gaib. Korban percaya, sehingga menyerahkan uang yang dianggap zakat sebesar 2,5 persen dari total uang yang ingin digandakan. Pelaku menuturkan akan memberikan uang itu ke fakir miskin,” tuturnya.
Sang dukun selanjutnya meminta Tatang membaca doa di ruang tamu hotel. Sementara Abah Cokro tetap berada di dalam kamar.
Selang 30 menit, Abah Cokro keluar dan menyuruh korban dan Asmana (saksi) untuk masuk ke kamar. Ketika mereka masuk, Tatang dan Asmana melihat satu karung goni berwarna putih setinggi 1 meter dalam posisi terbuka.
Baca Juga: Saru dalam Mobil di Parkiran Kampus, Mahasiswi Jadi Bulan-bulanan
Tatang semeringah karena melihat ada uang di tumpukan paling atas isi karung itu. Abah Cokro mengklaim, karung itu berisi uang tunai Rp8 miliar.
Namun, korban tidak boleh memegang karung goni tersebut. Abah Cokro lantas bertanya kepada Tatang perihal jumlah uang yang ia bawa ke Magelang. Korban lantas menjawab cuma membawa Rp25 juta.
”Pelaku mengatakan uang itu masih kurang sebagai zakat 2,5 persen dari total Rp8 miliar yang diklaimnya ada dalam karung tersebut. Ia lantas meminta Tatang menyerahkan Rp25 juta itu sembari menyuruh korbannya pulang ke Tangerang mengambil kekuarangan uang,” terangnya.
Namun, kata Hari, semua itu hanya aksi tipu-tipu. Penarikan uang gaib dan zakat tersebut tidak benar dan hanya akal-akalan agar korban percaya dan menyerahkan uang sebesar Rp195 juta yang kemudian dibungkus kain putih.
”Ketika korban sedang wudu di kamar mandi untuk tirakat, pelaku menukar bungkusan putih berisi uang korban memakai bungkusan lain berisi roti lapis legit. Pelaku lantas kabur,” tuturnya.
Tatang yang akhirnya mengetahui tertipu melapor ke Polres Magelang. Abah Cokro dan Mansyur, dua tokoh utama penipuan itu, ditangkap polisi di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/8/2017).
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan