Suara.com - Bayi berusia satu bulan lebih 10 hari bernama Berlin Istana meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Bandar Lampung. Jasad bayi terpaksa dibawa pulang orangtuanya, Ardiansyah (40) dan Delpasari (31), dengan menumpang angkutan umum karena tak segera mendapatkan fasilitas mobil ambulans gara-gara biaya.
Kasus itu menjadi perhatian Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf. Dede Yusuf mendesak Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Gubernur Lampung Ridho Ficardo, dan Bupati Lampung Utara untuk menegur pimpinan RSUD Abdul Moeloek.
"Jika pasien itu meninggal di rumah sakit setelah perawatan, tindakan. Maka kewajiban rumah sakit juga baik secara aturan atau kemanusiaan untuk memulangkan jenazah. Apalagi ini rumah sakit pemerintah. Saya minta menteri, gubernur atau bupati untuk menegur keras RSUD yang seperti itu," kata Dede kepada Suara.com, Kamis (21/9/2017).
Politikus Demokrat menegaskan petugas rumah sakit seharusnya tetap mengedepankan fungsi sosial dan kemanusiaan. Jika ada pasien yang meninggal di rumah sakit, harus dibantu memulangkannya.
Kisah Bayi Berlin ini menjadi viral di media sosial. Cerita itu berkisah tentang Delpasari yang menggendong jenazah bayinya menaiki angkutan kota jurusan Tanjungkarang-Rajabasa pada Rabu (20/9/2017).
Putrinya meninggal setelah operasi. Dia terpaksa menggendong jasad bayi dengan menumpang angkot karena petugas rumah sakit tak mau mengantarkan.
RSUD Abdul Moeloek membantah menelantarkan jenazah bayi Berlin.
Direktur Pelayanan RSUD Abdul MoeloekPad Dilangga mengatakan peristiwa itu terjadi karena kesalahpahaman administratif.
Bayi Berlin, kata dia, meninggal dunia karena kelainan bawaan yakni meningocele di ICU RSUD Moeloek, Selasa pukul 15.15 WIB.
“Setelahnya, kami mau memulangkannya memakai ambulans. Keluarga bayi juga sudah mengurus administratif. Jenazah bayinya juga sudah dibawa ke ambulans, ternyata ada sedikit masalah administratif,” tutur Pad Dilangga.
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Ketika Jakarta Berbenah Menjadi Kota yang Lebih Ramah Manusia di HUT Ke-499
-
Soal Begal Takut Tentara, DPR Ingatkan Proses Pidana Tetap di Tangan Polisi
-
Di Tengah Kenaikan Harga BBM, Bisakah Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Alternatif?
-
Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak
-
Siapa 26 Tokoh Terlibat Korupsi MBG? Elza Syarief: Masih Tunggu Izin Sony Sonjaya
-
Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu
-
Gak Kapok! Bupati Muara Enim Edison Kembali Jadi Tersangka KPK di Kasus Suap BPK
-
Daftar Bansos Kini Tak Bisa Asal, Kemensos Bisa Cek Kendaraan, Listrik hingga Aset Tanah
-
Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
-
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?