Suara.com - Pasangan suami istri di Desa Teluk Paman, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau diterkam beruang liar hingga mengakibatkan salah satu di antaranya meninggal di tempat, Selasa (3/10/2017).
"Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Istrinya meninggal sementara suaminya sedang dilarikan ke rumah sakit," kata Kepala Desa Teluk Paman, Rino Chandra dihubungi Antara dari Pekanbaru, Selasa.
Rino mengatakan, korban meninggal atas nama Buni (47), sementara suaminya Sarudi (60) mengalami luka parah yang membutuhkan penanganan serius.
Ia menuturkan, kejadian nahas itu berawal saat keduanya menderes pohon karet di kebunnya pada Selasa pagi. Saat menjalankan rutinitasnya, seekor beruang tiba-tiba menyerang Buni.
Seketika Sarudi langsung berusaha membantu istrinya. Namun, keganasan beruang tidak tertandingi kedua pasangan suami istri tersebut hingga menyebabkan keduanya terluka parah.
Ia mengatakan, Buni meninggal sebelum sempat mendapatkan perawatan. Sementara Sarudi yang mengalami luka parah pada bagian kepala, sedang dalam perjalanan menuju ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Desa Teluk Paman, Kecamatan Kampar Kiri sendiri berjarak sekitar 80 Kilometer dari Kota Pekanbaru.
Peristiwa yang menimpa pasangan suami istri tersebut saat ini sedang viral di media sosial Pekanbaru. Sejumlah foto yang telah diedit berikut kutipan kejadian singkat menyebar dan menarik warganet setempat.
Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan sedang mengumpulkan informasi atas kejadian tersebut.
Baca Juga: 4 Bom di Paris Berhasil Digagalkan, 5 Pelaku Teror Ditangkap
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol