Suara.com - Petugas keamanan berinisial MM (30) nekat membobol brankas Toko Unggul Jaya Sidayu yang dijaganya sendiri.
Warga Desa Bunderan, Kecamatan Sidayu, Gresik, membuka brankas tersebut karena tahu di dalam ada uang sebesar Rp305 juta.
“Tersangka adalah petugas security di tempatnya bekerja. Sehingga, tahu kode akses saat membuka brankas yang berisi uang,” kata Kepala Unit Reskrim Aiptu Baktiaris dikutip dari Humas Polres Gresik, hari ini.
Setelah berhasil membuka brankas, dia tak mengambil semua uang yang ada. Dia hanya mengambil Rp25 juta.
Kenapa dia tak menguras seisi brankas? Ternyata untuk mengelabui majikan agar tak mencurigainya, selain itu juga karena hanya uang sebesar itu yang dibutuhkannya.
Sampai akhirnya aksi tersebut terbongkar. Kepada polisi, dia mengaku mengambil uang untuk melunasi utang biaya pernikahan.
“Dari uang dicuri, kami menyita uang sebesar Rp15 juta. Sedangkan sisanya, ada di beberapa orang yang memiliki piutang kepada tersangka yang dibayarkan usai acara pengantin,” kata dia.
Baktiaris mengatakan polisi akan memanggil satu persatu warga yang menerima uang dari MM.
Dari hasil penyelidikan itu, nantinya polisi akan mengetahui berapa uang tersisa dari uang Rp25 juta yang telah diambil tersangka.
“Diduga tersangka menjalankan aksinya seorang sendiri. Pasalnya, saat dilakukan olah TKP tidak ada barang lain yang rusak kecuali brankas,” kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
-
Ulasan Novel Tanah Para Bandit: Ketika Hukum Tak Lagi Memihak Kebenaran
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas
-
22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR
-
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah