Suara.com - Kebohongan Dwi Hartanto, mahasiswa doktoral di Technisse Universiteit Delft Belanda, yang selama ini disebut-sebut sebagai penerus Bacharuddin Jusuf Habibie terkait kejeniusan dan keahlian di bidang teknologi serta kerdirgantaraan, akhirnya terkuak.
Itu setelah sejumlah pihak menggelar “investigasi mandiri”, yang akhirnya memaksa Dwi mengakhiri kebohongannya sendiri. Dwi telah membuat surat pengakuan dan permohonan maaf dan disebar melalui laman daring Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Delft, Jumat (7/10/2017).
Melalui surat pernyataan itu, dari sekian banyak kebohongan yang diakuinya, terdapat satu dusta terbilang menarik karena benar-benar menunjukkan Dwi mempersiapkan dalih-dalihnya.
Kebohongan yang dimaksud adalah, mengklaim menjadi juara lomba riset teknologi mtv-space agency dunia di Jerman tahun 2017.
Tidak main-main, agar meyakinkan khalayak dan media massa, Dwi sampai-sampai memanipulasi sejumlah bukti.
Informasi kemenangan Dwi sampai ke publik Indonesia melalui pemberitaan media massa daring pada Juni 2017. Ketika itu, ia mengklaim memenangkan perlombaan karena berhasil mendesain pesawat tempur modern generasi keenam.
"Saya mengakui tak pernah memenangkan lomba di Jerman tahun 2017 itu. Saya mengakui itu adalah semata kebohongan,” tulis Dwi dalam surat pengakuan bermaterai tersebut.
Ia menuturkan, sengaja memanipulasi kertas cek senilai EUR15 ribu yang pernah diklaimnya sebagai hadiah perlombaan.
Dwi juga mengakui, sengaja berfoto memegang cek itu dan mengunggahnya ke akun media sosial pribadi untuk meyakinkan banyak pihak.
Baca Juga: 12 Hektare Hutan Rinjani Dilalap si Jago Merah
"Saya memanipulasi template cek itu. Saya membubuhkan isi nilai uang dan nama saya dan berfoto dengan cek itu. Foto tersebut saya publikasikan melalui akun media sosial saya dengan cerita klaim kemenangan saya," tulisnya lagi.
Foto itu sebenarnya dibuat Dwi di gedung Space Businees Inovation Center, Noordjijk, Belanda. Persisnya saat dia mengikuti perlombaan Hackathon Space Apps Challenge. Dalam perlombaan itu pun, Dwi dan timnya tak berhasil menjadi juara.
Tak hanya mengenai perlombaan tersebut, Dwi juga mengakui kebohongannya sebagai lulusan Tokyo University.
Dwi sejak lama mengumbar biodata diri bahwa ia merupakan lulusan ilmu sains Tokyo University, yang sangat bergengsi di dunia.
Ternyata, melalui surat pernyataan maaf itu, Dwi mengakui ia hanya lulusan Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Di institut itu, ia tercatat sebagai mahasiswa program studi Teknik Informatika di Fakultas Teknologi Industri. Dia lulus tahun 2005.
Dwi dalam sejumlah kesempatan wawancara kepada media maupun acara televisi di Indonesia, turut mengakui masih berusia 28 tahun. Ternyata ia sudah berusia 35 tahun. Ia lahir pada 13 Maret 1982.
Berita Terkait
-
Inilah Deretan Kebohongan Dwi Hartanto sang Ilmuwan "Abal-abal"
-
Dwi Hartanto, Ilmuwan Gadungan yang Menipu Indonesia
-
Dwi Hartanto Klaim Diundang BJ Habibie Ternyata Juga Bohong
-
Bohong, KBRI Cabut Penghargaan Dwi Hartanto 'Penerus BJ Habibie'
-
Dwi Hartanto si Jenius 'Penerus BJ Habibie' Ternyata Pembohong
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno