Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa kurir pengantar uang proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik tahun 2011-2012, Yosef Sumartono, Selasa (10/10/2017).
Mantan staf Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudiharjo.
"Selain Yosef, KPK juga memeriksa Sugiharto sebagai saksi untuk ASS," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
Dalam surat dakwaan terdakwa Irman dan Sugiharto, Yosef disebut sebagai salah satu pegawai Ditjen Dukcapil yang menjadi kurir kedua terdakwa untuk mengambil uang dari para pengusaha. Uang tersebut kemudian sebagiannya diserahkan kepada sejumlah anggota DPR.
Peran Yosef ini diakui oleh Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo yang sudah menjadi tersangka. Dalam hal ini, PT Quadra merupakan salah satu anggota konsorsium pelaksana proyek senilai Rp5,9 triliun.
Pernyataan Anang itu dipertegas dalam persidangan yang mengaku pernah memberikan uang 200 ribu dolar AS kepada Sugiharto. Uang tersebut diserahkannya melalui Yosef Sumartono.
Dan menurut Sugiharto, uang tersebut untuk diserahkan kepada Miryam S Haryani. Uang 200 ribu dolar AS tersebut untuk melengkapi permintaan Miryam senilai 500 ribu dolar AS.
Kini, Miryam juga sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan memberikan keterangan tidak benar di depan persidangan terdakwa Irman dan Sugiharto. Irman dan Sugiharto adalah terdakwa yang saat ini perkaranya telah diputuskan oleh majelis hakim tindak pidana korupsi.
Baca Juga: Setnov Tersangka e-KTP Dua Kali, Mungkinkah?
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter
-
Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup
-
Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel
-
10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan
-
Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar
-
Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi