Stigma preman yang melekat padanya pelan-pelan hilang.
Dia dan teman-temannya aktif ikut kegiatan sosial, seperti membantu pembangunan masjid, membantu menyediakan air bersih bagi warga Gunung Kidul, aksi donor darah, membedah rumah masyarakat yang sudah hampir ambruk. Hasan menghibahkan mobil pribadi untuk mengantar orang sakit ke rumah sakit.
Hasan juga sering dimintai tolong masyarakat untuk membantu menyelesaikan masalah warga dengan debt collector dan rentenir.
Kepanjangan Geng Merkids kini berubah menjadi Menyongsong Esok Raih Kebersamaan Impikan Damai.
Hasan menolak Merkids dianggap sebagai geng. Dia mengatakan Merkids merupakan keluarga besar.
Jumlah anggota Merkids terus bertambah. Dari ratusan, kini menjadi lebih dari seribu limaratus orang.
Anggota Merkids yang dulu terkenal sebagai preman dan sering berkelahi, ini alim-alim.
Latar belakang anggota Merkids sekarang meluas ke akademini, bahkan politisi.
Selain aktif dalam kegiatan sosial, kelompok ini juga membantu anggota untuk mendapatkan pekerjaan yang halal.
“Ya kayak mereka yang habis keluar (penjara) dan mereka yang gak punya kerja ya Saya bantu juga buat dapat kerja, kayak jadi tukang parkir, sekuriti, sopir, banyak lagi pokoknya, jadi biar tetap bermanfaat,’ ujar Hasan.
Darimana dana operasional
Dana untuk kegiatan sosial Merkids, kata Hasan, selain dari hasil rental mobil, juga dari sumbangan banyak pihak.
Yang pasti, kata dia, dana tersebut bukan dari membekingi pihak tertentu. Semuanya halal. Bahkan, sebagian anggota Merkids ikut menyisihkan uang untuk mendukung kegiatan sosial.
Hasan yang dulu dikenal sebagai pembuat onar, kini menjadi sosok yang inspiratif.
Sembari menghela nafas panjang, ketika ditemui Suara.com, Hasan mengungkapkan:
“Saya cuman pingin bermanfaat buat orang lain, Saya pingin banget punya rumah singgah untuk anak jalanan, dan pingin punya ambulan yang bisa membawa orang sakit ke rumah sakit dengan cepat,’ kata Hasan. [Wita Ayodhyaputri]
Tag
Berita Terkait
-
Unik Banget, 5 Lip Product Ini Punya Rasa dan Aroma yang Berbeda!
-
Jelajah Kuliner Unik di Come See Mie Fest 2026: Kartu yang Bisa Dimakan hingga Mi Earl Grey
-
11 Fakta Unik Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat
-
Kisah Maling Mobil Masih Punya Hati Nurani: Putar Balik saat Tahu Ada Anak Kecil Terbawa
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Amankah Ibu Hamil Pakai Parfum? Ini Penjelasan Dokter Kandungan
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan