Suara.com - Mantan Presiden B. J. Habibie menasihati Gubernur Anies Rasyid Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Salahudin Uno ketika merka bertemu di rumah Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2017), siang.
"Pesan khusus agar supaya diperhatikan pengembangan sumber daya manusia dengan cikal bakal masa depan bangsa Indonesia. Jadi kita harus, dalam hal ini memperjuangkan agar supaya sumber daya manusia yaitu perilakunya, baik dalam hal ini iman dan taqwanya," kata Habibie.
Habibie mengatakan pendidikan merupakan dasar pengembangan SDM. Habibie mengingatkan keutamaan sekolah-sekolah kejuruan untuk menghasilkan generasi masa depan.
"Pendidikan nggak usah S1, S2, S3, yang penting dari sekolah kejuruaan. Nah itu yang nanti berada di depan, yang harus melaksanakan pembangunan. Tentunya nanti yang harus direkayasa oleh orang-orang yang mengerti, dan harus ada kerjasama. Rekayasa tok tanpa kerjasama yang mampu melaksanakan, nggak ada artinya. Mau bisa melaksanakan tapi tidak rekayasa, ngawur. kita harus sinergi positif," katanya.
Habibie kemudian menceritakan pengalaman ketika masih menjadi Presiden.
"Dulu waktu bapak yang mendapat kesempatan untuk memimpin Bangsa Indonesia, di mana kita dari otoriter menjadi demokrasi, di mana kita andalkan pada sumber daya manusia, maka memang diberikan otonomi daerah supaya budaya-budaya di daerah bisa berkembang, tapi bisa bersinergi dengan daerah yang lain," kata Habibie.
Habibie juga menekankan pentingnya meningkatkan ketahanan budaya bangsa.
"Tapi kita harus tingkatkan ketahanan budaya kita, karena itu kita butuh GBHD. Ada daerah yang kaya, ada daerah yang belum kaya. Kalau tiap daerah memiliki GBHD sampai ke pelosok-pelosok itu cikal bakal untuk sebagai masukan diperjuangkan kita memiliki Garis Besar Haluan Negara. Agar supaya profesional, maka produk hukum dari GBHD dan GBHN ada dari DPRD dan dewan riset daerah," kata Habibie.
Habibie meminta Anies dan Sandiaga bersinergi dengan pemerintah pusat.
"Ya, jelas dong, harus ada pemerataan ya. Soalnya begini, kita tidak bisa, pemerintah DKI memang kaya, banyak orang, di kota, tapi tidak bisa diberikan sifat istimewa dibandingkan daerah lain. Kita Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata dia.
Anies menganggap Habibie sudah seperti orangtua sendiri.
"Beliau secara orang tua kami. Kami memohon doa restu memulai tugas baru di Jakarta. Pembicaraan singkat dengan beliau kami mohon minta doa agar bisa menjalankan amanat dengan sebaik baiknya. Beliau seorang pemimpin yang sudah mengalami naik turunnya permasalahan bangsa. Kami diskusikan terkait Jakarta," kata Anies.
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan