Suara.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat, mengamankan pedagang kue krepes yang menyebabkan 33 siswa SDN 1 Muara diduga mengalami keracunan setelah memakan kue tersebut.
"Kami mengamankan pedagang kue krepes berinisial YO (42) yang menyebabkan 33 siswa diduga keracunan," kata Kapolresta Cirebon Ajun Komisaris Besar Adi Vivid AB kepada Antara, Kamis (2/11/2017).
Menurutnya, dari tangan pedagang tersebut diamankan barang bukti berupa dua buah kue krepes, 10 botol kecil adonan perasa makanan, satu teko berisi adonan kue krepes, sebuah kompor, cetakan kue krepes, satu unit sepeda motor serta gerobak dagangan.
"Saat ini kasusnya sedang ditangani oleh Satreskrim Polresta Cirebon," tuturnya.
Adi mengatakan, peristiwa keracunan massal itu terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB di SDN 1 Muara, Desa Muara, Kecamatan Suranenggala. Diduga, para siswa keracunan setelah memakan kue krepes yang dijual di depan sekolah.
Kejadian tersebut mengakibatkan 33 siswa mengalami mual dan pusing. Mereka langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat pengobatan.
“Kekinian, 29 siswa sudah dipulangkan ke keluarganya. Sedangkan 4 siswa lainnya masih dalam perawatan,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan
-
YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG
-
Sudah 37 Ribu Anak Keracunan MBG, YLKI Tantang Nanik S Deyang: 100 Hari Pertama Harus Nol Kasus!
-
KPAI: Copot Kepala BGN Tak Cukup, MBG Harus Dievaluasi Total
-
Angkat Kisah Pahlawan Cirebon, "Sangkala Nyimas Gandasari" Tampil di TIM
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
-
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional
-
Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya
-
Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris
-
Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira
-
Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa