Suara.com - Perkenalan Dokter Letty Sultri (46) dengan Dokter Helmi melalui media sosial Facebook, ternyata berujung petaka. Letty tewas ditembak Helmi, sang suami yang digugatnya untuk bercerai.
Afifi Bachtiar, kakak kandung Letty, mengatakan sang adik berkenalan dengan Helmi melalui Facebook lima tahun silam. Setelahnya, mereka sepakat menikah.
"Itu adik saya, awal bertemu melalui Facebook. Mereka langsung akrab, sampai akhirnya menikah dan masuk tahun kelima,” kata Afifi di rumah duka di Jalan Sunan Ampel nomor 8, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017).
Selama lima tahun mengaruhi kehidupan di bawah atap yang sama, Helmi dan Letty belum memunyai buah hati.
Pada masa berpacaran, kata Afifi, Helmi menunjukkan sikap baik. Begitu juga pada masa-masa awal pernikahan, Helmi juga sosok lelaki yang baik.
Namun, memasuki usia pernikahan ketiga, Afifi mengakui keluarganya sempat kaget karena banyak lebam di tubuh Letty.
"Keributan dalam rumah tangga itu normal, tak masalah kalau sekadar cekcok mulut. Tapi, ini ada kekerasan fisik pada tahun ketiga pernikahan. Kalau datang ke rumah ibu, ada luka lebam di tangan dan kaki Letty,” tuturnya.
Baca Juga: Tembak Istri, Dokter Helmi Akui Stres Digugat Cerai
Namun, sambungnya, Letty selalu menyembunyikan perlakuan kasar suaminya ketika ditanya oleh keluarga.
"Kalau ditanya oleh ibu atau kami, Letty selalu bilang terjaruh atau terkena minyak panas saat masak,” tukasnya.
Afifi mengungkapkan, Letty akhirnya mau menceritakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Helmi terhadapnya.
Akhirnya, Letty memutuskan pisah rumah dari Helmi. Ia pindah ke rumah sang ibu di Jalan Kemuning, Matraman, Jakarta Timur.
"Kan adik saya mengontrak di daerah kawasan Cawang bersama suaminya. Tapi tiga bulan terakhir ini tinggal sama ibu saya. Dia cerita ada perlakuan kasar dari suaminya," ujar Afifi.
Peristiwa penembakan itu terjadi ketika pelaku mendatangi tempat kerja korban di Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika Nomor 352 RT 4, RW 4, Cawang, Kramatjati Jakarta Timur, Kamis (9/11).
Korban yang sedang berada di ruang pendaftaran kemudian menemui pelaku. Saat itu, seorang karyawan klinik bernama Nabila melihat korban cekcok mulut dengan pelaku.
Ketika pertengkaran itu terjadi, korban terlihat berlari masuk ke ruangan sambil berteriak meminta pertolongan.
Saksi yang bersama rekannya Abdul Kadir tak berani menolong, lantaran pelaku mengeluarkan senjata api. Tak lama, saksi mendengar suara tembakan sebanyak enam kali. Setelahnya pelaku melarikan diri dari lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno