Suara.com - Partai Golongan Karya (Golkar) menegaskan, tak mempersoalkan ketua umumnya, Setya Novanto, kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana proyek KTP elektronik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Namun, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Maman Abdurrahman mengatakan, KPK harus melakukan proses hukum secara benar.
"Mau (Setnov) 100 kali jadi tersangka pun, silakan, yang penting prosesnya harus benar," kata Maman dalam diskusi bertajuk 'Setya Novanto Tersangka Lagi?' Di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).
Maman menjelaskan, tim hukum partai berlambang Pohon Beringin itu tak terlalu aktif dalam persoalan Setnov. Sebab, Ketua DPR tersebut memiliki tim hukumnya sendiri.
"Dalam rapat pleno terakhir, kami memutuskan ketua umum membentuk tim hukumnya sendiri. Jadi diluar tim hukum partai. Tapi, dalam sejumlah hal, tetap ada tim hukum partai yang ikut mengawasi. Sebab, tentu kasuss ini memunyai pengaruh juga terhadap partai,” terangnya.
Mamang menuturkan, Partai Golkar akan memanggil seluruh pemimpin partai tingkat daerah dalam waktu dekat setelah Setnov kembali menjadi tersangka.
Pemimpin partai tingkat daerah itu diundang untuk dijelaskan mengenai posisi kasus yang menjerat Setnov.
"Hanya menjelaskan posisi kasusnya saja, setelah itu mereka dikumpulkan untuk konsolidasi internal partai menghadapi Pilkada 2018,” tandasnya.
Baca Juga: Meski Jadi Tersangka, Posisi Setnov di Golkar Tak Tergantikan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan