Suara.com - Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 3.331 kilometer (km) jalan baru pada 2018, dengan alokasi anggaran sebesar Rp6,42 triliun. Target penambahan jalan baru tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan pembangunan tahun sebelumnya sepanjang 846 km.
“Walaupun anggaran kami turun di 2018, dari alokasi APBN Rp44,47 triliun di 2017 menjadi Rp41,7 triliun, namun anggaran untuk pembangunan meningkat, yaitu dari Rp13,43 triliun menjadi Rp 14,59 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk perencanaan dan pengawasan, dukungan manajemen dan belanja pegawai,” tutur Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, Jakarta, Sabtu (11/11/2017).
Arie menambahkan, program pembangunan juga meliputi 15.987 m jembatan dan 2.420 m flyover/underpass/terowongan, dengan anggaran masing masing sebesar Rp3,45 triliun dan Rp582 miliar. Sebagai dukungan pemerintah dalam pembangunan jalan tol bagi ruas yang tidak layak secara finansial, DJBM mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,86 triliun untuk membangun jalan tol sepanjang 33,1 km.
Selain program pembangunan, APBN 2018 dialokasikan juga untuk kegiatan preservasi jalan, yaitu Rp15,53 triliun untuk pemeliharaan 46.374 km jalan, Rp4,08 triliun untuk pemeliharaan 496.018 m jembatan, dan Rp3,18 triliun untuk 439 km pelebaran jalan. Sisanya, Rp349 miliar dialokasikan untuk pengadaan lahan jalan tol, Rp1,68 triliun untuk perencanaan dan pengawasan, Rp1,35 triliun untuk dukungan manajemen, dan Rp898 miliar untuk gaji dan tunjangan.
Sementara itu, dalam mendukung berkembangnya badan usaha jasa konstruksi kecil dan menengah, pada 2018, DJBM memperbanyak paket pekerjaan yang nilainya dibawah Rp5 miliar, sehingga makin banyak badan usaha yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Hal ini sesuai dengan instruksi Menteri PUPR untuk menunjukkan keberpihakan pada pengusaha kecil. Untuk itu, BUMN dihimbau untuk masuk di dalam paket di atas Rp100 miliar,” tambah Arie.
Adapun dari total 3.569 paket pekerjaan, sebanyak 2.300 paket diantaranya memiliki besaran pagu bernilai di bawah Rp5 miliar, 1.110 paket bernilai Rp5- Rp50 miliar, 120 paket bernilai Rp50-Rp 100 miliar, dan 39 paket pekerjaan bernilai di atas Rp100 miliar.
Proyek Strategis Nasional
Berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) juga akan didorong percepatannya pada 2018. Berdasarkan review rencana strategis (renstra) oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, pada akhir 2018 ditargetkan total penambahan jalan tol yang beroperasi sepanjang 1183 km, dan di akhir 2019 adalah 1852 km. Hal tersebut melebihi renstra RPJMN 2015-2019, yang menargetkan total penambahan pengoperasian jalan tol sepanjang 1060 km.
Penanganan PSN lainnya pada 2018, yaitu peningkatan konektivitas sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di 3 kawasan perbatasan, yaitu Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua. Kalimantan, yang memiliki jalan paralel perbatasan dengan total panjang 1.920 km, akan dilaksanakan pembangunan jalan baru sepanjang 182,1 km, sehingga menyisakan 154,58 km jalan yang belum tembus di akhir 2018.
Untuk jalan perbatasan NTT, yang memiliki panjang 176,2 km, akan dilaksanakan pembangunan jalan baru sepanjang 23,29 km, sehingga pada akhir 2018 akan tembus seluruhnya. Jalan perbatasan di Papua, dari total panjang 1.098,2 km, akan dibangun jalan baru sepanjang 28 km, sehingga menyisakan 178,54 km jalan yang belum tembus di akhir 2018.
Selain jalan perbatasan, di Papua dan Papua Barat, DJBM juga fokus pada jalan trans Papua. Pada akhir tahun ini, pembangunan jalan di Papua Barat telah tembus seluruhnya sepanjang 1.070,2 km, sedangkan di Papua, pada akhir 2018, akan dilaksanakan pembangunan jalan baru 182 km, sehingga jalan yang belum tembus di provinsi tersebut adalah 171,7 km, dari panjang 3.087,75 km.
“Supaya target pemerintah untuk satu harga BBM dan semen di Pulau Papua bisa terpenuhi, bukan hanya janji janji,” tambah Arie.
Peningkatan pembangunan juga terlihat dari pembangunan jembatan gantung. Pada 2017, DJBM menganggarkan Rp131 miliar untuk pembangunan 13 jembatan gantung yang tersebar di 4 provinsi. Kemudian pada 2018, DJBM mengalokasikan anggaran sebesar Rp769,3 miliar untuk membangun 167 unit jembatan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Anak Adies Kadir jadi PAW di DPR, Bahlil Jelaskan Alasannya
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Bantah Tukar Guling dengan Thomas, Purbaya Jelaskan Tugas Wamenkeu Juda Agung
-
Kisah Pilu Anak NTT yang Bunuh Diri, Mi'ing Bagito Blak-blakan Sentil Koruptor