Suara.com - Mayoritas warga Australia memberikan jawaban “ya” dalam jajak pendapat nasional tentang pernikahan sesama jenis, Rabu (15/11/2017). Hampir 62 persen penduduk Australia setuju dengan pernikahan sesama jenis di sana.
Hanya saja polling itu sifatnya tidak mengikat secara hukum. Namun sikap warga Australia ini dinilai bersejarah.
Parlemen Australia akan mempertimbangkan untuk mendukung hasil polling itu untuk dijadikan undang-undang.
Warga Australia menginginkan kesetaraan dalam pernikahan. Mereka meminta pernikahan bukan hanya golongan heteroseksual, tapi juga homoseksual.
“Orang Australia telah berbicara dalam jumlah jutaan. Mereka telah memilih untuk kesetaraan perkawinan," Perdana Menteri Malcolm Turnbull.
"Mereka memilih ya untuk keadilan, ya untuk komitmen, ya untuk cinta."
Sydney Morning Herald melaporkan di Sydney, ribuan orang berkumpul di Prince Alfred Park Rabu pagi untuk mendengar jawaban negara atas pilihan mereka dalam polling.
Warga senang akhirnya homoseksual boleh meikah. Diprediksi UU pernikahan itu akan keluar pada pekan depan. (NPR)
Baca Juga: Reaksi Ridwan Kamil Dikabarkan Dukung LGBT
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran