Suara.com - Penampilan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dalam acara Haruan Boru dan pemberian marga menuai pujian.
Di acara penyambutan pengantin perempuan Haruan Boru, Kahiyang mengenakan gaun biru muda dengan kain kerudung berwarna sama.
Sementara saat menjalani acara adat pemberian marga atau mangalehan marga, Kahiyang mengenakan busana dua potong berwarna pink dengan kerudung senada.
Pendiri Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo memuji busana Kahiyang, menyebutnya elegan.
"Secara keseluruhan bagus, simpel, nggak berlebihan dan sangat elegan," kata Susan dikutip dari Antara.
Pengamat mode sekaligus desainer Sonny Muchlison juga menyatakan hal serupa.
Kahiyang terlihat cantik dalam dua acara adat tersebut. Tapi ada detil-detil terlewatkan yang sebenarnya bisa membuatnya terlihat lebih sempurna menurut dia.
Gaun terusan biru dan busana pink Kahiyang keduanya bagus, tapi menurut dia potongan two pieces akan terlihat lebih cocok untuk siluet Kahiyang.
Ia juga mengacungkan jempol untuk riasan wajah Kahiyang.
"Saya suka tata riasnya, bagus, tapi tidak tahu kenapa pas pakai biru auranya lebih keluar," ujar Sonny.
Menurut dia, akan lebih sempurna bila busana yang berwarna biru dikenakan pada acara pemberian marga, di mana Kahiyang memakai mahkota berlapis emas, agar serasi dengan warna sarung yang dikenakan suaminya, Bobby Afif Nasution.
Ketika mahkota disematkan di kepala Kahiyang, Sonny mengatakan siluetnya akan lebih bagus bila kerudungnya tidak dipakai, tapi cukup diselendangkan di lengan. Sehingga, pusat perhatian pada mahkota dan wajah Kahiyang tidak terusik oleh kerudung yang menyelubungi kepalanya.
Kahiyang Ayu resmi bermarga Siregar setelah menjalani upacara adat penganugerahan marga di Kota Medan, Selasa.
Upacara "mangelehan marga" di rumah Doli Sinomba Siregar, paman Bobby Afif Nasution, diawali dengan penghadapan keluarga Bobby Afif Nasution ke para raja adat dari berbagai "luat" (kerajaan) untuk memohon pemberian marga Siregar bagi menantu mereka, Kahiyang Ayu.
Meski sudah mendapat marga Siregar, Kahiyang Ayu belum mendapatkan gelar adat.
Kahiyang Ayu akan menerima gelar adat dalam upacara adat di Tapian Raya pada 25 November. Dalam upacara itu dia akan menaiki "Nacar", pentas dengan tujuh tangga.
Tag
Berita Terkait
-
Padahal Sudah Bantu UMKM, Kahiyang Ayu Tetap Dikritik karena Perkara Sepele
-
Kahiyang Ayu Angkat Pesona Batik Sumut di Gebyar Kriya Nusantara dan Jogja ITTAF 2025
-
Pemprov Sumut Dorong Ulos Mendunia, Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO
-
Kahiyang Ayu Ajak Anak PAUD Amalkan Ikrar Anak Indonesia Hebat 2025
-
Sumber dan Harta Kekayaan Bobby Nasution, Pantas Royal Kirim Gift Rp 11 Juta di Acara Dangdut
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Reaksi Roy Suryo Saat Bidkum Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban Permohonan
-
Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya
-
Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK
-
Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman
-
IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani
-
Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah
-
Lawan Penangkapan 'Sewenang-wenang', Roy Suryo Hadapi Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan
-
Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah
-
Jelang Vonis, Nadiem Makarim: Allah Tidak Akan Pernah Meninggalkan Saya
-
Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan