Anggota PDI Perjuangan Gembong Warsono dongkol dengan Darwis.
"Pak Darwis jangan bilang 'ya sudah coret saja', bapak menganggarkan harus mempertanggungjawabkan. Bukan karena disini bapak dapat tekanan 'kalau mau coret ya coret saja'. Nggak etis itu," kata Gembong.
"Kalau caranya gitu dia tidak mampu mempertanggungjawabkan apa yang diusulkan. Pejabat seperti ini jadi catatan tersendiri pak sekda (Saefullah)," Gembong berkata lagi.
William angkat suara. Dia minta lagi, anggaran hibah dicoret.
Wakil Ketua DPRD Jakarta Triwisaksana yang ikut memimpin rapat bada anggaran pasrah dengan forum.
Proposal empat senator dana hibah
Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah Jakarta Michael Rolandi mengungkap awal mula dana hibah. Dana itu diusulkan anggota DPD perwakilan Jakarta. Mereka adalah Fahira Idris, AM Fatwa, Dailami Firdaus, dan Abdul Azis Khafia. Mereka mengajukan proposal ke pemerintah Jakarta.
Rolandi juga menjelakan untuk apa dana itu diusulkan.
"Terkait keempat senator kita disana mengabiskan rekapitulasi rencana kegiatan tahun 2018, yaitu pertama untuk diskusi interaktif anti miras dan narkoba dikalangan remaja sebesar Rp389 juta untuk empat kali pertemuan," kata Michael.
Kemudian anggaran untuk acara kesenian dan kebudayaan sebesar Rp232 juta, untuk diskusi publik menuju Jakarta baru untuk empat kali pertemuan Rp662 juta, pelatihan perkembangan diri pada remaja dan peran orangtua Rp473 juta, bertemu warga sebanyak sembilan kali Rp641 juta.
Pembuatan laporan kegiatan Rp30 juta, biaya konsumsi publik Rp50 juta. Jika ditotalkan anggaran dalam proposal tersebut sebesar Rp2,5 miliar. Namun setelah dievaluasi di tingkat Kesbangpol dikurangi menjadi Rp1,5 miliar.
Sani kembali angkat suara. Dia mengatakan usulan dana hibah Rp1,5 untuk DPD Provinsi Jakarta dicoret.
"Kita drop (hapuskan), nanti diperbaiki lagi pengajuannya. Untuk DPD sudah ya," kata Sani.
Tag
Berita Terkait
-
Sempat Mandeg Sejak 2019, Sertifikasi Tanah Warga Jakarta Butuh Dana Pemerintah Pusat
-
Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor
-
APBD 2025 Jakarta Tembus Rp91,86 Triliun: Ini Rincian Realisasi dan Surplusnya
-
APBD DKI 2026 Menyusut, Ini Sektor yang Akan Jadi Fokus Utama
-
PAD Naik Drastis, Gubernur Pramono Pamer Surplus APBD DKI Tembus Rp14 Triliun
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot