- Gubernur Pramono Anung melaporkan realisasi APBD DKI Jakarta triwulan I 2026 mencapai Rp81,32 triliun dengan kinerja keuangan positif.
- Ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen pada 2025 serta inflasi terkendali dan penurunan angka kemiskinan menjadi 4,03 persen di ibu kota.
- Pemerintah DKI Jakarta mencatat peningkatan partisipasi angkatan kerja dan rekor belanja daerah tertinggi dalam lima tahun terakhir per Maret 2026.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan rapor hijau pada kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Triwulan I 2026 di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung.
"APBD DKI Jakarta ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun. Hingga 31 Maret 2026, realisasinya meliputi pendapatan daerah Rp9,57 triliun (13,39 persen), belanja daerah Rp10,38 triliun (13,97 persen), penerimaan pembiayaan Rp5,82 triliun (58,92 persen), serta pengeluaran pembiayaan Rp243,2 miliar (3,45 persen), dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Rp4,77 triliun," papar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).
Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada tahun 2025 tercatat sangat moncer dengan angka 5,21 persen yang berhasil melampaui capaian nasional sebesar 5,11 persen.
"Yang menggembirakan, pada Maret 2026 indeks keyakinan konsumen mencapai 145,5. Ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jakarta," lanjut Pramono.
Kepercayaan diri masyarakat Jakarta semakin tinggi dengan peningkatan penjualan riil sebesar 4,92 persen, serta lonjakan jumlah penumpang transportasi massal yang mencapai 112 juta orang.
"Momentum ini harus diperkuat melalui kebijakan insentif fiskal yang tepat. Kami tengah mengkaji instrumen perpajakan yang lebih kompetitif, termasuk relaksasi untuk merespons tekanan geopolitik," tegas Pramono.
Indikator kesejahteraan juga menunjukkan tren positif, dengan angka inflasi yang terkendali di posisi 3,37 persen serta penyusutan jumlah penduduk miskin menjadi 4,03 persen di ibu kota.
"Partisipasi angkatan kerja meningkat menjadi 65,47 persen. Jumlah penduduk bekerja juga bertambah menjadi 5,18 juta orang atau naik 46,8 ribu. Ini perkembangan yang menggembirakan di awal tahun," jelas Pramono.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati, mengungkapkan bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah menyentuh angka Rp8,74 triliun.
Baca Juga: DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
"Pajak daerah dan retribusi daerah berkontribusi Rp7,64 triliun atau 87,45 persen dari total PAD triwulan I," beber Lusi.
Guna meringankan beban ekonomi warga, Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan belanja perpajakan atau tax expenditure senilai Rp864 miliar bagi para wajib pajak.
Realisasi belanja daerah pada awal tahun ini juga diklaim sebagai rekor tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi.
"Kami harus menjaga arus kas tetap sehat. Percepatan pengadaan barang dan jasa sejak awal tahun sangat membantu. Jika tren ini terjaga, akan terbentuk kurva S lambat di awal, akselerasi di tengah, dan stabil di akhir," kata Michael.
Keberhasilan ini tentu menjadi fondasi yang kokoh bagi Jakarta untuk terus menjaga arah pembangunan yang berpihak kepada kemaslahatan seluruh warga di tengah tantangan global.
"Mudah-mudahan momentum yang baik ini bisa terus kita jaga," pungkas Pramono.
Berita Terkait
-
Ancaman El Nino di Depan Mata, Pramono Siapkan Jurus Jaga Stok Beras hingga Daging
-
Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik
-
Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam