Suara.com - Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberikan pidato politik mengkiritik rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla, dalam acara reuni mantan demonstran anti-Ahok di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).
Dalam orasi politiknya, Amien mengkritik proyek reklamasi Pantau Utara, proyek pembangunan Meikarta, hingga investasi PT Freeport Indonesia.
"Kita sampaikan ke Pak Jokowi, kalau begini dilarang berarti itu keterlaluan. Reklamasi itu gawat. Meikarta itu dajal. Investasi Freeport adalah aplus-aplusan (bergantian)," kata Amin.
Mantan Ketua MPR itu juga meminta Jokowi tidak menjual aset milik Indonesia kepada pihak asing.
"Jadi Pak Jokowi, jangan jual negeri ini kepada asing dan aseng (Tiongkok)," tukasnya.
Amien lantas menyampaikan tiga teks resolusi hasil Kongres Nasional Alumni 212, yang dibuat dalam tiga bahasa yakni Indonesia, Inggris, dan Arab.
"Saya diberi tiga teks resolusi dalam tiga bahasa. Supaya kita tidak diremehkan, kita berkumpul di sini lillahi ta'ala. Tapi ada orang yang pakai kata-kata pesimis, ya tidak usah dikatakan. Para ‘kecebong’ itu biarkan mendengkur, kucing tetap mengeong, anjing menggonggong, tapi khafilah terus berlalu," tutur Amien.
Ia juga menambahkan, peserta aksi reuni alumni 212 tetap bersatu dan tidak saling merendahkan satu sama lain.
Baca Juga: Istri Edison, Korban Insiden Aksi Demian Aditya Akan Melahirkan
Berita Terkait
-
Fadli dan Fahri Akan Hadiri Reuni 212, Bagaimana Prabowo?
-
Jadi Buronan di Jakarta, Habib Rizieq Syuting Video di Mekkah
-
Terkendala Genset, Kongres Alumni 212 Batal di Asrama Haji
-
Mengapa Din Tak Mau Ikut Kumpul dengan Alumni 212 di Monas?
-
Eks Pendemo Anti Ahok Reuni, Kapolri: Enggak Jauh-Jauh dari 2019
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat