Suara.com - Kepolisian Resor Kota Depok mendatangi lokasi satu tempat kontrakan penangkapan remaja geng motor di Jalan Pitara Raya, Kelurahan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (26/12/2017)
Di kontrakan 5 pintu tersebut, polisi menangkap 17 orang yang diduga terlibat dalam aksi penjarahan di sebuah toko pakaian Fernando Store di Jalan Cakalele III, Mekarjaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, pada Minggu (25/12/2017) dini hari.
Adapun polisi hanya melakukan pengecekan kembali ke TKP dan membawa satu pelaku geng motor yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi tak berlama-lama dilokasi dan langsung kembali menuju Polres Kota Depok.
Lokasi kontrakan kini sudah dipasang garis polisi. Kondisi kontrakan juga tak terurus. Setiap kontrakan mempunyai 3 buah kamar.
Kasur lipat yang sudah kumuh terdapat di ruangan depan salah satu kontrakan. Pakaian para anggota geng motor pun juga terdapat disana dan berserakan di atas lantai.
Satu botol beralkohol pun juga nampak berada didalam kontarakan. Tembok kontarakan pun juga banyak coretan yang bertuliskan 'Mampang Oficial dan Taylor Gank'.
Diketahui, Polisi mengamankan sebanyak 27 orang anggota geng motor. Dari hasil pemeriksaan polisi menetapkan 8 tersangka. Adapun mereka berinisial AB, AP, E, AG, F, BA, Y, dan EV.
Baca Juga: Anggota Geng Motor Rampok di Depok Positif Narkoba
Aksi penjarahan toko pakaian yang kerugiannya ditaksir mencapai Rp13 juta.
Aksi sekelompok pemuda bersepeda motor terekam melalui kamera pengawas atau CCTV. Video aksi penjarahan yang berdurasi 1 menit 27 detik itu pun ramai diperbincangkan warganet setelah beredar luas di media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
Terkini
-
Polda Metro Larang Bundaran HI Jadi Lokasi Demo Mahasiswa, Minta Dialihkan ke Patung Kuda dan DPR
-
Program MBG Boros Rp1 T per Bulan, Pengamat: Mereka Memperhitungkan Ini untuk Investasi Pemilu 2029
-
Massa Mahasiswa Diadang Rantis ke Bundaran HI, Sempat Terjadi Aksi Dorong
-
Bantah Kenal Pejabat Bea Cukai, Heri Black Akui Pernah Urus Kontainer Blueray
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
WALHI 'Semprot' Pemprov DKI: Bukannya Perluas Akses Transportasi Umum, Malah Naikkan Tarif
-
Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?
-
Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara
-
Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
-
Buntut Vonis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR Respons Desakan Revisi UU Peradilan Militer