Suara.com - Kepala Kepolisian Resor Kota Depok mengatakan hasil pemeriksaan 27 remaja yang terlibat penjarahan di toko pakaian Fernando Store di Jalan Cakalele III, Mekarjaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, merupakan terdiri dari tiga kelompok gang motor.
"Hasil pemeriksaan dari ada tiga komunitas geng motor ini bergabung yakni Jepang (Jembatan Mampang), RBR, dan Matador. Ini mereka bergabung dan melakukan aksi yang terjadi minggu dini hari kemarin," Kata Kapolres Kota Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto di Polres Kota Depok, Selasa (26/12/2017).
Didik mengatakan dari pemeriksaan tersangka tiga kelompok geng motor tersebut sudah melakuan aksinya sepanjang tahun 2017 di 5 tempat kejadian perkara. Atas laporan polisi yang telah didapat.
"Ini mereka juga lakukan aksi-aksinya lainnya. Dan mereka membawa senjata tajam melengkapi dan digunakan untuk menakut-nakuti. Itu ada di Limo, Sukmajaya, dan Sawangan," ujar Didik.
Adapun geng motor tersebut melakukan aksinya dengan spontan melihat situasi aman kepada targetnya. Mereka pun setiap beraksi selalu di atas pukul 00.00 WIB.
"Sejauh ini kami melihat sesuai dengan fakta yang ada mereka mencari secara rundom. Jadi ketika mereka konvoi bermotor secara bersama-sama ketika ada sasaran di tempat sepi memudahkan untuk diambil properti lnya akan di jadikan target," ujar Didik
"Sasaran mereka ada tukang nasi goreng. Toko yang sepi. Sampai pengendara motor yang sendiri diambil ponselnya. Kami terapkan mereka lakukan kekerasan dan pemerasan," ujar Didik.
Dari 27 yang ditangkap, 8 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Ada pun mereka berinisial AB, AP, E, AG, F, BA, Y, dan EV. Aksi penjarahan toko pakaian yang kerugiannya ditaksir mencapai Rp13 juta.
Aksi sekelompok pemuda bersepeda motor melakukan penjarahan di sebuah toko pakaian pada Minggu (24/12/2017) pagi. Aksi mereka terekam melalui kamera pengawas atau CCTV.
Baca Juga: 26 Anggota Geng Motor Jarah Toko Pakaian di Depok
Video aksi penjarahan yang berdurasi 1 menit 27 detik itu pun ramai diperbincangkan warganet setelah beredar luas di media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
Terkini
-
Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tahu! Ada Pengalihan dari Gambir ke Jatinegara Imbas Demo di Jakarta
-
Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar
-
Siksa Bocah di Taman Kramat Pulo hingga Tersengat Listrik, 2 Remaja Ditangkap Polisi
-
Usut Gurita Suap Bea Cukai, KPK Periksa Sekretaris Pendiri IAW Iskandar Sitorus
-
Kemenag Gelar Nikah Massal Gratis, Peserta Terpilih Berkesempatan Dapat Modal Usaha
-
Menteri Hukum Dorong Penyelesaian Aduan Masyarakat Lewat Program Pasti Ada Solusi
-
Siaga di Bundaran HI! Mobil Tahanan Polda Metro Siap Angkut Perusuh di Demo Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Ahmad Luthfi Gandeng KPK Benahi Tata Kelola Tambang dari Hulu ke Hilir
-
Klaim Tanpa Senjata Api, 6.088 Personel Gabungan Amankan Demo Mahasiswa di Jakarta