Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin rapat yang dianggap sangat penting oleh partai berlambang mercy itu.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan XIII mengatakan rapat berkaitan dengan keadilan dan demokrasi, serta terkait Pilkada serentak tahun ini.
"Pilkada kan banyak, ada di 171 pilkada dan salah satunya tentu di Kalimantan Timur," kata Hinca sebelum rapat dimulai di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2018).
Dalam undangan yang tersebar di kalangan media, Partai Demokrat merasa mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari elemen negara dan penegak hukum.
Hinca belum mau menceritakan dugaan kriminalisasi yang dialami kader Partai Demokrat yang ingin maju di pesta demokrasi. Ia meminta jurnalis untuk sabar sampai menunggu hasil rapat.
"Nanti sesudah selesai akan dipaparkan lebih lengkap yang mana yang akan kami sampaikan kepada teman-teman sekalian," kata dia.
Ia menyebut ada sekitar 100 pengurus PD yang hadir dalam rapat malam ini. Rapat yang dipimpin langsung oleh SBY itu baru mulai pukul 21.10 WIB.
Berita Terkait
-
Diprediksi, Banyak Peserta Pilkada Serentak 2018 yang Tak Puas
-
Pakta Integritas Sudah Biasa Untuk Kandidat Partai Demokrat
-
Membaca Strategi Partai di Pilkada 2018 untuk Pilpres 2019
-
Mendagri: 5 Provinsi Rawan Mainkan Isu Sara di Pilkada Serentak
-
Politik Uang & SARA Diprediksi Marak di Pilkada 2018 dan Pilpres
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan