Suara.com - KPK menegaskan memiliki bukti kuat untuk membuktikan dugaan Fredrich Yunadi berkomplot dengan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo, untuk menghalangi penyidikan terhadap Setya Novanto.
"Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup, bahwa memang ada dugaan kerja sama untuk menghalang-halangi penanganan perkara (e-KTP) ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).
Febri mengatakan, sebelum mobil yang ditumpangi Novanto menabrak tiang listrik, KPK sudah mendapat informasi bahwa Fredrich memesan satu lantai untuk rawat inap Novanto.
Saat itu, Fredrich masih sebagai kuasa hukum Ketua DPR nonakatif tersebut. Namun, Febri mengatakan permintaan Fredrich tersebut tidak semuanya dikabulkan oleh rumah sakit.
"Ada sekitar tiga yang bisa didapatkan pada akhirnya, dan sudah ada koordinasi sebelumnya, diduga FY bahkan sudah datang ke rumah sakit tersebut untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit," tuturnya.
Febri mengungkapkan, sebelum berkoordinasi secara langsung dengan mendatangi rumah sakit, Yunadi terlebih dulu berkomunikasi melalui sambungan telepon.
"Ada telepon yang menghubungi pihak rumah sakit, yang pasti itu sebelum kecelakaan terjadi. Telepon itu bermaksud mem-booking kamar sebanyak satu lantai di rumah sakit tersebut untuk digunakan sekitar pukul 21.00 WIB malam," ungkapnya.
Lebih lanjut Febri menjelaskan, informasi yang didapat KPK semakin jelas ketika memeriksa Hilman Mattauch sebagai saksi dalam kasus tersebut. Hilman adalah bekas wartawan Metro TV yang menjadi sopir saat peristiwa kecelakaan terjadi.
Baca Juga: Berapa Harga Cincin Hadiah Verrel Bramasta untuk Natasha Wilona?
"Dua hari yang lalu dilakukan proses pemeriksaan (terhadap Hilman) untuk kami klarifikasi apa yang terjadi pada tanggal 16 November itu. Karena ada informasi kecelakaan tersebut dan mobil itu diduga dibawa atau disetir oleh Hilman. Tentu kami harus pastikan bagaimana peristiwanya, bagaimana proses SN kemudian bisa dibawa ke RS, itu kami harus lihat," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya
-
Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster
-
Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal
-
Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia
-
Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming