Suara.com - Sekitar empat jam, Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno dimintai keterangan dalam kasus dugaan penggelapan sebidang tanah milik PT. Japirex di Jalan Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten, tahun 2012.
Setelah keluar dari ruangan pemeriksaan Polda Metro Jaya, Sandiaga mengatakan telah ditanyai delapan hal.
"Sudah saya klarifikasi semua seputar tentang tanah yang dalam proses likuidasi dijual untuk memenuhi syarat-syarat likuidasi dan waktu itu sudah disetujui semuanya," kata Sandiaga, Kamis (18/1/2018).
Politikus Partai Gerindra menekankan tidak berbuat melawan hukum ketika menjual tanah Japirex.
"Saya yakin, haqul yakin bahwa saya tidak terlibat dalam tindakan melawan hukum dan itu sudah dibuktikan dan ini murni perdata," kata dia. Waktu itu, Sandiaga menjabat komisaris utama Japirex.
Tapi Sandiaga tak menjelaskan pembagian hasil penjualan aset ketika proses likuidasi berlangsung.
"Detailnya tentunya sudah dari pada bagian penegak hukum, saya enggak mau berkomentar," kata dia
Dengan alasan hukum, Sandiaga tak membeberkan aliran uangnya.
"Untuk masalah hukum silakan ditanya kepada pihak kepolisian, saya hanya lebih baik nggak berspekulasi," kata Sandiaga.
Sandiaga sudah siap menghadapi proses hukum terhadap dua laporan kasus penjualan tanah Japirex.
Kasus yang dituduhkan kepada Sandiaga merupakan laporan Fransiska Kumalawati Susilo yang menjadi penerima kuasa Edward Soeryadjaja dan Djoni Hidayat.
"Karena ada laporan lagi yang masuk untuk kasus yang sama juga oleh orang yang sama juga. Kemungkinan nanti seandainya diperlukan saya akan hadir lagi ke sini. Jadi kami akan terus kooperatif," kata dia.
Dalam kasus penggelapan tanah, polisi sudah menetapkan Andreas Tjahjadi menjadi tersangka. Andreas merupakan rekan bisnis Sandiaga sekaligus mantan Direktut Utama Japirex.
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!